WHO: Fasilitas Memadai Kunci Cegah Kematian Anak akibat Kanker

  • 15 Feb 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Data WHO mencatat, penyakit kanker menjadi salah satu penyebab utama kematian pada anak dan remaja di dunia. Tercatat sekitar 400.000 kasus baru setiap tahun pada usia 0–19 tahun.

Peluang kesembuhan pasien sering kali masih bergantung pada kesenjangan wilayah. Di negara berpendapatan tinggi, sekitar lebih dari 80 persen anak penderita kanker dapat pulih.

Namun, angka kesembuhan di negara berpendapatan rendah dan menengah justru masih memprihatinkan, yakni kurang dari 30 persen. Perbedaan ini dipicu keterlambatan dan salah diagnosis, akses pengobatan, putus terapi, hingga kematian akibat efek samping obat.

“Kesempatan seorang anak untuk bertahan hidup dari kanker sangat ditentukan oleh tempat kelahirannya. Ini menjadi ini salah satu ketimpangan paling mencolok dalam sistem kesehatan global,” kata CEO St. Jude, James R. Downing.

Angka kematian anak akibat kanker, menurut Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, sebenarnya dapat dicegah apabila layanan kesehatan memadai. “Selama ini, anak-anak yang menderita kanker tidak memiliki akses yang memadai terhadap obat-obatan penyelamat nyawa,” kata Tedros.

Mengutip laman resmi WHO, ketimpangan pada ketersediaan obat kanker. Hanya 29 persen negara berpendapatan rendah yang menyediakan obat secara umum, dibandingkan 96 persen di negara kaya.

Jenis kanker anak yang paling sering ditemukan meliputi leukemia, tumor otak, limfoma, serta tumor padat seperti neuroblastoma dan tumor Wilms. Pengobatan yang tepat, termasuk kemoterapi, operasi, dan radioterapi dinilai mampu memberikan peluang kesembuhan tinggi bila tersedia secara merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....