BPJS Kesehatan dan MUI Luncurkan Buku Khutbah Edukasi Program JKN
- 09 Feb 2026 17:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - BPJS Kesehatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyepakati sinergi strategis dalam mendukung sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). MUI meluncurkan buku khutbah sebagai media edukasi kesehatan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin, 9 Februari 2025.
Buku baru tersebut mengangkat keterkaitan antara nilai keimanan dengan rasa syukur masyarakat atas nikmat kesehatan. Materi khutbah ini menghubungkan semangat perlindungan sosial dengan pemahaman mengenai gotong royong dalam program kesehatan.
Wakil Ketua MUI K.H. M. Cholil Nafis menilai kesehatan sebagai salah satu indikator utama kemajuan suatu bangsa. Cholil menyebut indikasi sebuah negara maju adalah ketika seluruh rakyatnya memiliki tubuh yang sehat dan kuat.
”Konsep ta’awun dalam Program JKN menjadi sedekah, menjadi pahala bagi peserta, sekaligus memberi manfaat karena hasilnya kembali untuk kemaslahatan peserta. Melalui buku ini diharapkan literasi pentingnya kesehatan dan semangat gotong royong dalam Program JKN semakin meningkat,” kata Cholil Nafis.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar turut menegaskan peran negara dalam menjamin akses kesehatan. Ia menyatakan pemerintah terus hadir memberikan dukungan pembiayaan bagi masyarakat miskin melalui sistem gotong royong.
“Sejak adanya BPJS Kesehatan, tidak boleh lagi terjadi masyarakat miskin tidak mendapatkan pengobatan. Semua harus dapat mengakses layanan kesehatan, terutama masyarakat miskin,” ujar Muhaimin.
"Namun, APBN memiliki keterbatasan sehingga negara menempuh pendekatan sistem gotong royong. Untuk PBI, pemerintah hadir memberikan dukungan pembiayaan."
"Jika data tepat dan akurat, maka hampir tidak ada masyarakat miskin yang tidak mendapatkan perawatan. Jika masih terdapat kendala, umumnya bersifat administratif, bukan pada prinsip sistem maupun tata kelolanya," katanya.
Program JKN merupakan kebijakan strategis nasional yang memiliki keberlanjutan kuat karena adanya partisipasi dari masyarakat. Dukungan anggaran negara untuk masyarakat miskin menjadi fondasi yang sangat kuat bagi keberlanjutan program ini.
“Buku ini menjadi penguat nilai gotong royong masyarakat untuk mewujudkan keadilan sosial. Kesehatan menjadi simbol kemajuan bangsa,” kata Muhaimin.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyampaikan pentingnya penguatan kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga keberlanjutan. Ghufron berharap kerja sama kelembagaan tersebut dapat menjaga dampak positif program bagi seluruh masyarakat luas.
“Sinergi BPJS Kesehatan dan MUI merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sosialisasi dan implementasi Program JKN berbasis nilai-nilai syariah. Melalui pendekatan keagamaan, diharapkan literasi masyarakat terhadap pentingnya jaminan kesehatan dan semangat gotong royong dalam Program JKN dapat semakin meningkat,” ujar Ghufron.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....