Program JKN Sumbang PDB Rp129 Triliun dan 3,1 Juta Pekerja
- 03 Jul 2026 03:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Program Jaminan Kesehatan Nasional berkontribusi menyumbang nilai produk domestik bruto sebesar Rp129 triliun.
- Sistem penjaminan sosial berhasil menyerap 3,1 juta tenaga kerja pada tiga sektor industri utama nasional.
- Indeks kebahagiaan dan angka harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat berkat perbaikan sistem layanan kesehatan publik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sukses meningkatkan nilai produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp129 triliun. Penyelenggaraan sistem tersebut juga menciptakan lapangan kerja baru bagi sekitar 3,1 juta penduduk Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan rincian pertumbuhan ekonomi makro nasional tersebut kepada publik. Analisis dampak makroekonomi jaminan sosial diselenggarakan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026.
"Pertama, dari perekonomian adalah peningkatan PDB sebesar Rp129 triliun, ini adalah angka perhitungan model 1 banding 1,4. Kemudian penciptaan lapangan kerja sebesar 3,1 juta, dampak multiplier di tiga sektor utama yaitu jasa kesehatan, industri makanan minuman, dan pelayanan sosial," kata Dirut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Prihati Pujowaskito.
Aktivitas perekonomian nasional yang produktif hanya dapat terwujud apabila taraf kesehatan masyarakat berada dalam kondisi optimal. Efek pengganda dari program kesehatan tersebut sangat dirasakan pada sektor industri makanan minuman serta jasa medis.
Ia menegaskan pentingnya jaminan perlindungan finansial bagi seluruh masyarakat guna menghindari kemiskinan ekstrem di Indonesia. Sistem jaminan sosial yang terpadu mampu menyelamatkan jutaan keluarga dari keterpurukan ekonomi saat mengalami sakit keras.
"Perlindungan finansial, 14 sampai 16 juta penduduk dilindungi dari kelayakan kemiskinan, dan peningkatan kesehatan sebesar 2,7 persen. Jadi program JKN ini tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi sekaligus pelindung kesejahteraan sosial secara berkelanjutan," ujar Pujo.
Proteksi terhadap kesejahteraan finansial masyarakat juga berperan penting dalam mencegah peningkatan angka kemiskinan ekstrem di tanah air. Peningkatan modal manusia dinilai menjadi fondasi utama dalam mempercepat pertumbuhan roda ekonomi negara menuju Indonesia Emas.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Delisa Aulia Valianty memaparkan analisisnya. Investasi pada kualitas kesehatan sumber daya manusia terbukti menjadi kunci utama bagi stabilitas sosial nasional.
"Jadi, kita kan untuk bahagia harus sehat. Gimana kita mau bahagia kalau kita tidak sehat? Nah, kebetulan indeks kebahagiaan kita itu meningkat sih, Bapak, Ibu," ujar Delisa.
Rasa aman terhadap kepastian biaya pengobatan melahirkan optimisme yang tinggi bagi kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia. Investasi jangka panjang pada sektor kesehatan publik harus terus dipertahankan secara konsisten oleh pemerintah.
Delisa menambahkan bahwa program jaminan sosial tersebut juga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup penduduk. Peningkatan kualitas pelayanan medis secara berkesinambungan menjadi pendorong utama peningkatan angka harapan hidup nasional.
"Life expectancy kita juga mengalami peningkatan dari 72 tahun menjadi 73 tahun di indeks itu. Jadi, itu juga satu hal perbaikan yang dikontribusikan menurut kami," ucap Delisa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....