Penyebab Mendengkur dan Cara Mengatasinya
- 02 Feb 2026 07:07 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Mendengkur atau ngorok adalah suara yang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang sempit, menyebabkan getaran pada jaringan lunak di tenggorokan.
Ngorok sering dianggap hal biasa yang hanya mengganggu orang sekitar. Padahal, kondisi ini sebenarnya menunjukkan adanya penyempitan saluran napas bagian atas. Bunyi ngorok muncul ketika aliran udara dari hidung atau mulut melewati jalur yang sempit sehingga jaringan di sekitarnya bergetar.
dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc, Sp.THT-KL dalam obrolan di akun TikTok dr. Tirta @tirtacipeng, menjelaskan banyak faktor yang bisa menyebabkan penyempitan ini. Pada orang dengan obesitas, lemak berlebih di area leher dapat menekan saluran pernapasan, membuat jalurnya lebih sempit dan bergetar saat tidur. Kondisi ini sering terlihat pada mereka yang memiliki leher tebal. Selain itu, kelemahan tonus otot lidah juga bisa berperan. Saat tidur, otot lidah menjadi lemas dan jatuh ke belakang, menghalangi jalannya udara.
Peran amandel juga tidak bisa diabaikan. Amandel yang membesar akan menggantung di rongga mulut dan menyempitkan jalur pernapasan. Bukan hanya amandel, ada juga adenoid (amandel yang letaknya di belakang hidung). Jika adenoid membesar, jalur napas bagian belakang hidung akan tertutup. Akibatnya, penderita lebih sering bernapas lewat mulut dan semakin rentan mengalami ngorok.
“Selain amandel dan adenoid, faktor dari hidung juga bisa menjadi penyebab. Misalnya, pembesaran turbinat (jaringan di dalam hidung) atau penyumbatan lain yang membuat aliran udara tidak lancar. Karena itu, penting untuk menemukan lokasi pasti penyumbatan agar penanganan lebih tepat, apakah di mulut, hidung, atau leher,” jelas dr. Mahatma.
“Ngorok yang dibiarkan terus-menerus bisa berujung pada masalah serius seperti sleep apnea, yaitu henti napas saat tidur. Kondisi ini menyebabkan kadar oksigen dalam darah turun, sehingga otak tidak mendapat suplai oksigen yang cukup. Gejalanya bisa terlihat dari rasa lelah berlebihan, sakit kepala saat bangun pagi, dan penurunan konsentrasi di siang hari,” lanjutnya.
Dampak jangka panjangnya tidak main-main. Sleep apnea yang tidak tertangani bisa meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan metabolik. Jadi, ngorok bukan sekadar masalah suara, melainkan tanda bahwa kualitas tidur dan kesehatan tubuh sedang terganggu.
Mengatasi ngorok harus dimulai dari mencari tahu penyebabnya. Jika masalahnya karena amandel atau adenoid besar, dokter bisa merekomendasikan operasi pengangkatan. Jika terkait obesitas, maka penurunan berat badan menjadi kunci. Sementara itu, menjaga kebersihan hidung, memperbaiki posisi tidur, dan menghindari alkohol atau rokok juga dapat membantu. Dengan penanganan yang tepat, tidur bisa kembali nyenyak dan kualitas hidup pun meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....