Penjelasan Dokter Tentang Ancaman Penyalahgunaan Whip Pink Bagi Jantung

  • 29 Jan 2026 11:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Dokter mengingatkan bahaya penyalahgunaan whip pink terhadap kesehatan jantung. Kandungan nitrous oxide dalam whip pink dinilai dapat mengganggu fungsi vital organ tersebut.

Dokter Spesialis Jantung RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Renan Sukmawan menjelaskan nitrous oxide telah dikenal dalam literatur ilmiah kardiovaskular. Zat tersebut memiliki dampak langsung terhadap kinerja jantung.

"Whip pink itu mengandung nitrous oxide , yang sudah dikenal lama di literatur ilmiah bidang kardiovaskular. Ini tidak bisa dianggap ringan," ujar Renan saat diwawancarai rri.co.id melalui pesan singkat, Rabu, 28 Januari 2026.

Renan mengatakan nitrous oxide dapat menekan kontraktilitas miokard atau fungsi pompa jantung. Kondisi ini berisiko tinggi bagi pasien yang telah memiliki penyakit jantung sebelumnya.

"Diketahui bahwa N2O itu dapat menekan kontraktilitas miokard atau fungsi pompa jantung. Sehingga beresiko terutama untuk pasien yang sudah menderita penyakit atau gagal jantung," ucap Renan.

Risiko tersebut, kata Renan, juga dapat meningkat bila digunakan secara bebas dan berulang. Renan mengatakan nitrous oxide juga berdampak pada aliran darah koroner yang berfungsi menyuplai oksigen ke jantung.

"Studi lain mengungkap dampak N2O yang dapat menurunkan aliran darah di arteri koroner. Selanjutnya terjadi iskemia miokad, serta peningkatan tonus simpatis," ujarnya.

Renan menegaskan seluruh dampak tersebut dapat mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah secara umum. Oleh karena itu, penyalahgunaan whip pink dinilai sangat berbahaya.

"Semua hal di atas dapat mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah secara umum," kata Renan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan dampaknya.

Renan mengungkapkan gejala klinis yang dapat muncul akibat penyalahgunaan whip pink. Gejala tersebut menjadi tanda awal gangguan serius pada tubuh.

"Nitrous oxide yang tak terkontrol masuk ke dalam tubuh dapat menimbulkan sejumlah gejala. Gejala-gejala tersebut seperti jantung berdebar, sakit kepala, bicara tak terkontrol, halusinasi sampai sesak nafas," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....