RS Jantung Harapan Kita Perkuat Wisata Medis Indonesia

  • 13 Des 2025 08:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) tegaskan komitmen perkuat Indonesia sebagai destinasi wisata medis internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Business Matching bertajuk “Transforming Indonesian Healthcare: From Collaboration to Global Recognition”.

Kegiatan ini digelar pada Selasa, 9 Desember 2025, di Menara Peninsula Hotel, Jakarta. Menghadirkan lintas kementerian, rumah sakit vertikal, pelaku industri kesehatan, asuransi, perbankan, serta mitra perjalanan.

Kegiatan ini bertujuan membangun jejaring strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem wisata medis nasional. Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing layanan kesehatan Indonesia di pasar global.

Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, Iwan Dakota, MARS, mengatakan diskusi ini merespons bertambahnya kebutuhan layanan medis berstandar internasional. Ia menilai Indonesia memiliki peluang besar masuk ke pasar kesehatan global.

"RS Harapan Kita sendiri telah lama menjadi pusat rujukan nasional untuk layanan kardiovaskular dengan tingkat keberhasilan tinggi. Hal tersebut membuka peluang Indonesia menarik pasien dari dalam maupun luar negeri," ujar Iwan Dakota dalam paparannya saat acara Busines Matching: "Transforming Indonesian Healthcare From Collaboration To Global Recognition", Room Merica, Menara Peninsula Hotel, Selasa (9/12/2025).

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSJPDHK, Maya Marinda Montain, menegaskan komitmen penguatan standardisasi layanan dan jejaring global. Kompetensi unggulan dan pengalaman panjang di bidang kardiovaskular, RSJPDHK menargetkan rujukan regional bagi pasien dalam dan luar negeri.

"Persiapan wisata medis dilakukan melalui peningkatan mutu layanan. RSJPDHK juga melakukan digitalisasi sistem pelayanan bagi pasien internasional," ujar Maya Marinda Montain dalam paparannya saat acara Busines Matching: "Transforming Indonesian Healthcare From Collaboration To Global Recognition", Room Merica, Menara Peninsula Hotel, Selasa (9/12/2025).

Selain itu, fasilitas intervensi kardiovaskular berstandar tinggi terus diperkuat. Maya menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci kesiapan Indonesia memasuki pasar wisata medis global.

Menurut Maya, pengembangan wisata medis tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit saja. Dukungan regulasi, pembiayaan, diplomasi kesehatan, dan promosi internasional sangat dibutuhkan.

Penyelenggaraan Business Matching ini dinilai sebagai langkah strategis memperkuat daya saing layanan kesehatan nasional. Kompetensi klinis yang kuat, dukungan kebijakan, dan potensi pariwisata besar, Indonesia memiliki peluang masuk peta wisata medis internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....