Memahami Istilah Cacingan
- 20 Nov 2025 19:09 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Apa Itu Cacingan? Cacingan adalah sebutan untuk infeksi cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Parasit tersebut menginfeksi bagian usus sehingga menimbulkan sederetan gejala.
Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Namun, anak-anak biasanya lebih sering mengalaminya karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih belum sempurna.
Penyebab Cacingan
Kamu mungkin penasaran apa saja cacing yang berbahaya. Nah, ada berbagai jenis cacing yang bisa menginfeksi tubuh manusia, yaitu cacing pita, kremi, gelang, Trichinella, tambang, dan pipih.
Seseorang dapat terinfeksi melalui cara berikut:
- Menyentuh benda yang telah terkontaminasi telur cacing.
- Mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi telur parasit tersebut.
- Tidak mencuci tangan setelah menyentuh tanah.
- Berjalan tanpa menggunakan alas kaki di atas tanah.
- Konsumsi makanan mentah atau setengah matang.
Faktor Risiko Cacingan
Semua orang bisa mengalami kondisi ini. Namun, ada beberapa orang yang lebih rentan mengalaminya, seperti:
- Anak-anak, karena mereka lebih sering bermain di lingkungan yang terdapat tanah yang terkontaminasi, seperti kotak pasir dan taman bermain sekolah.
- Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti pengidap lupus, pengidap kanker atau pengidap HIV/AIDS.
- Tinggal di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.
- Kurang menjaga kebersihan diri.
Apa Gejala Cacingan pada Orang Dewasa?
Tanda-tandanya amat bergam, tergantung jenis cacing yang menginfeksi. Namun, gejala umumnya meliputi:
- Feses mengandung cacing.
- Kulit kemerahan, gatal dan ruam. Bahkan, beberapa orang melihat bentuk cacing pada kulit.
- Mengalami diare lebih dari dua minggu.
- Sembelit berkepanjangan.
- Perut kembung dan bengkak.
- Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
- Anus terasa gatal, terutama pada malam hari.
- Sering mengalami reaksi alergi pada kulit.
- Sering kelelahan.
- Nyeri sendi dan otot
- Terhambatnya tumbuh kembang anak.
- Mengalami kaki gajah atau filariasis.
Sebetulnya gejala di atas juga bisa terjadi pada anak. Bagi para orang tua, penting juga untuk mengetahui Cara Tepat Mengenali Gejala Cacingan pada Anak. Dengan begitu, orang tua bisa membawa anak ke dokter sesegera mungkin.
Jenis-Jenis Cacing yang Bisa Menginfeksi Tubuh
Ada beberapa jenis cacing yang dapat masuk dan berkembang biak dalam tubuh manusia. Masing-masing memiliki cara penularan serta dampak kesehatan yang berbeda, yaitu:
- Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)
Hidup di usus halus manusia dan dapat menyebabkan perut buncit, nyeri perut, serta gangguan penyerapan nutrisi. - Cacing Kremi (Enterobius vermicularis)
Sering menginfeksi anak-anak, ditandai dengan rasa gatal hebat di area anus terutama pada malam hari. - Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus)
Bisa masuk melalui kulit saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi. Infeksi ini dapat menyebabkan anemia. - Cacing Pita (Taenia sp.)
Menular melalui konsumsi daging sapi atau babi yang kurang matang. Infeksinya bisa menyebabkan gangguan pencernaan hingga penyumbatan usus. - Trichinella spiralis
Umumnya masuk ke tubuh melalui daging yang tidak matang sempurna. Gejalanya termasuk nyeri otot, diare, hingga demam. - Cacing Pipih (Fasciola hepatica dan Schistosoma sp.)
Menyerang organ hati, paru, atau pembuluh darah, dan bisa menimbulkan kerusakan organ serius bila tidak segera diobati.
Diagnosis Cacingan, dokter perlu melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan tambahan bisa berupa pengambilan sampel cacing melalui tinja. Dokter juga bisa melakukan tes darah pada kasus filariasis (kaki gajah). (ALT/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....