Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru untuk Cegah Pneumonia

  • 18 Nov 2025 17:20 WIB
  •  Jambi

KBRN, Jambi : Pneumonia merupakan penyakit yang bisa menyerang semua usia. Namun, penyakit ini paling rentan terjadi pada anak di bawah lima tahun, lanjut usia (lansia) dan orang dengan imunitas tubuh yang lemah.

Pneumonia adalah peradangan akut yang disebabkan oleh inflasi patogen oleh bakteri dan parasit. Peradangan terjadi pada alveoli (kumpulan kantung udara atau alveoli yang berbentuk seperti gelembung kecil di paru) yang mengakibatkan batuk, demam, dan sesak napas.

Kasus pneumonia pun tak bisa dianggap sepele. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terdapat sekitar 877.531 kasus pneumonia di Indonesia. Lalu, secara global, pada 2021, pneumonia menyebabkan lebih dari 2,4 juta kematian. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman penyakit ini terhadap kesehatan masyarakat dunia.

Ribuan kematian akibat pneumonia sebenarnya dapat dicegah setiap tahun melalui langkah sederhana seperti vaksinasi, deteksi dini, serta pengendalian polusi udara dan kebiasaan merokok. Terdapat cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan paru-paru, yaitu:

1. Menerapkan Hidup Sehat

Upaya pencegahan pneumonia dimulai dengan menerapkan hidup sehat. Mulai dari perbaikan gizi dan gaya hidup sehat. Caranya dengan diet seimbang, istirahat yang cukup, mengelola stres, mengonsumsi vitamin A dan D terutama pada kelompok rentan. Serta berolahraga secara rutin agar tubuh tetap fit dan memiliki daya tahan kuat.

Nutrisi itu dapat memperkuat imunitas penampasan dan kesehatan jadi ini sangat penting yang baik untuk pertahanan yang sehat seperti Vitamin A, Vitamin D, dan juga mikronutrien lain. Pada bayi, pemberian ASI Eksklusif pun meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan risiko terkena pneumonia. Menyusui dapat memberikan antibodi dan nutrisi vital yang melindungi bayi dari pneumonia dan infeksi lainnya.

2. Menerapkan protokol kesehatan

Langkah pencegahan lainnya adalah dengan mencuci tangan secara rutin, menjaga jarak dari orang yang sedang sakit, serta memakai masker untuk mencegah penularan. Jika sedang tidak sehat, beristirahatlah dan terapkan etika batuk yang benar, seperti menutup mulut dan hidung.

Cuci tangan sebelum makan secara teratur, terutama setelah menggunakan toilet kemudian menghindari kontak dengan orang yang sakit terutama jika mereka batuk atau demam. Lalu, jika yang sakit tidak memakai masker kita yang pakai tetapi seharusnya yang sakit yang memakai masker.

3. Melakukan Vaksinasi

Pencegahan juga perlu didukung dengan vaksinasi, terutama vaksin pneumokokus, influenza, dan vaksin lain yang direkomendasikan untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Hal lain yang penting dilakukan yaitu vaksinasi pneumonia khususnya hal ini yang berkaitan dengan respirasi. Vaksin-vaksin ini membantu melindungi paru-paru dari infeksi dan mengurangi risiko komplikasi serius akibat pneumonia.

4. Hindari Paparan Polusi

Selain itu, upaya untuk pencegahan pneumonia juga mencakup pengendalian polusi udara. Hindari paparan asap industri, asap kendaraan, pembakaran sampah, serta asap rokok, karena semuanya dapat memperburuk kondisi paru-paru.

5. Kendalikan Penyakit Komorbid

Pencegahan pneumonia juga perlu dilakukan dengan mengontrol penyakit lain yang dapat meningkatkan resikonya, seperti diabetes melitus, HIV, penyakit jantung dan paru kronik, penyakit ginjal dan hati kronik, stroke, serta kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Penggunaan obat-obatan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh juga perlu diawasi oleh tenaga medis agar tidak memperburuk kerentanan terhadap infeksi paru.

6. Stop Merokok

Menghirup asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif dapat terpapar asap rokok ketiga (asap yang menempel pada benda atau lingkungan sekitar) hal ini dapat merusak silia rambut halus di saluran pernapasan yang berfungsi melindungi paru-paru. Kerusakan silia ini akan melemahkan sistem pertahanan paru-paru.

Faktor lingkungan adanya polusi udara juga memperburuk peradangan paru-paru dan menyebabkan peningkatan kerentanan belum lagi ada asap dalam ruangan dari bahan biomas ataupun asap rokok yang merusak pertahanan pernafasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....