Tidak semua emosi perlu di tunjukkan
- 11 Jul 2026 09:23 WIB
- Jambi
RRI. Co. ID, Jambi - Psikolog mengungkapkan bahwa mengekspresikan emosi merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental. Namun, cara, waktu, dan situasi saat mengungkapkan perasaan juga perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dalam hubungan sosial. Kemampuan mengelola emosi secara tepat dapat membantu seseorang membangun komunikasi yang lebih sehat sekaligus menjaga kualitas hubungan dengan orang lain.
Psikolog dari Australian National University, Comal Monaghan, bersama tim penelitinya menjelaskan bahwa setiap masyarakat memiliki display rules, yaitu norma sosial yang mengatur kapan seseorang dianggap pantas menunjukkan atau menahan emosinya. Aturan tidak tertulis tersebut berbeda-beda pada setiap budaya dan lingkungan sosial, sehingga memengaruhi cara seseorang mengekspresikan perasaannya.
Setiap individu juga memiliki cara yang berbeda dalam mengelola emosi. Ada yang mudah mengungkapkan apa yang dirasakan, namun tidak sedikit pula yang memilih menyimpannya demi menjaga hubungan, menghindari konflik, atau karena tidak ingin membebani orang lain. Pilihan untuk tidak langsung menunjukkan emosi bukan berarti seseorang tidak memiliki perasaan. Bagi sebagian orang, hal tersebut justru merupakan bentuk pengendalian diri agar dapat berpikir lebih jernih sebelum bereaksi, sehingga keputusan yang diambil tidak didasarkan pada luapan emosi sesaat.
Meski demikian, menyimpan emosi terlalu lama bukanlah pilihan yang sehat. Emosi yang terus dipendam tanpa pernah disalurkan dapat berdampak pada kesehatan mental maupun fisik. Perasaan tertekan, stres berkepanjangan, gangguan tidur, hingga menurunnya konsentrasi dapat muncul apabila seseorang tidak memiliki ruang untuk mengekspresikan apa yang dirasakannya.
Karena itu, penting untuk membedakan antara mengendalikan emosi dan memendam emosi. Mengendalikan emosi berarti mampu memilih waktu, tempat, dan cara yang tepat untuk menyampaikan perasaan. Sebaliknya, memendam emosi berarti mengabaikan atau menolak perasaan tersebut hingga akhirnya menumpuk dan menjadi beban psikologis.
Menjaga keseimbangan emosi dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas positif, seperti berolahraga, menulis jurnal, beribadah, bermeditasi, atau menjalani hobi yang disukai. Berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana yang sehat untuk menyalurkan perasaan sekaligus membantu mengurangi tekanan emosional.
Pada akhirnya, tidak semua emosi harus ditunjukkan di hadapan orang lain. Setiap orang berhak menentukan bagaimana cara mengekspresikan perasaannya. Yang terpenting adalah memastikan emosi tetap dikelola secara sehat, tidak dipendam hingga merugikan diri sendiri, dan tidak diluapkan dengan cara yang menyakiti orang lain. Dengan pengelolaan emosi yang baik, seseorang tidak hanya dapat menjaga kesehatan mentalnya, tetapi juga membangun hubungan yang lebih harmonis dengan keluarga, teman, maupun lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....