Pentingnya Aktivitas Fisik Bagi Pertumbuhan Kesehatan Anak

  • 25 Mei 2026 21:36 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Aktivitas fisik memiliki peran krusial dalam menjaga kebugaran serta mendukung fase pertumbuhan optimal pada anak-anak. Kebiasaan gerak tubuh yang dilakukan secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan fisik, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem daya tahan tubuh. Memasuki akhir Mei 2026, orang tua diimbau untuk lebih proaktif dalam mendorong anak agar tetap aktif bergerak guna meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat pola hidup pasif atau sedentary lifestyle.

Dilansir dari pedoman kesehatan masyarakat di portal Kementerian Kesehatan RI pada 18 Januari 2024, aktivitas fisik pada anak dapat dimulai dari kegiatan sederhana seperti bermain di lingkungan terbuka, bersepeda, hingga olahraga beregu. Gerakan motorik yang terlatih sejak dini terbukti mampu meningkatkan kekuatan otot, kepadatan tulang, serta menjaga stabilitas berat badan anak. Upaya ini menjadi langkah preventif yang efektif untuk menghindarkan anak dari risiko penyakit tidak menular sejak usia dini.

Dikutip dari standar kesehatan global pada laman World Health Organization (WHO) yang diperbarui pada 5 Oktober 2022, anak dan remaja usia 5 hingga 17 tahun sangat disarankan untuk melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari. WHO menekankan bahwa intensitas gerak dari sedang hingga berat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan jantung dan fungsi paru-paru. Selain manfaat fisik, aktivitas yang melibatkan interaksi sosial ini juga berdampak positif pada perkembangan mental serta kemampuan konsentrasi anak dalam proses belajar.

Berdasarkan artikel edukasi pola asuh di portal Hello Sehat tertanggal 12 September 2023, pengurangan waktu penggunaan gawai (screen time) menjadi kunci agar anak memiliki lebih banyak waktu untuk bereksplorasi secara fisik. Lingkungan keluarga memegang peranan penting dalam menciptakan suasana bermain yang menyenangkan dan jauh dari ketergantungan teknologi digital yang berlebihan. Aktivitas luar ruangan diyakini dapat merangsang kreativitas sekaligus memperbaiki kualitas tidur anak setelah seharian beraktivitas.

Menurut praktisi kesehatan anak dalam program gaya hidup KBRN pada 25 Mei 2026, pola hidup sehat yang terbentuk sejak kecil akan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan hingga dewasa. Masyarakat disarankan untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas keluarga yang menyenangkan, bukan sebuah paksaan. Dengan sinergi yang baik antara orang tua dan lingkungan sekolah, diharapkan generasi muda dapat tumbuh dengan fisik yang kuat, mental yang sehat, serta semangat produktivitas yang tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....