Mengapa Susu dan Jeruk Tak Boleh Dicampur?

  • 18 Sep 2025 12:09 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Siapa sangka, dua ikon makanan sehat seperti susu dan jeruk justru tidak cocok dikonsumsi bersamaan. Banyak orang memulai hari dengan segelas susu dan buah segar, namun tanpa disadari, kombinasi ini bisa memicu masalah pencernaan dan mengganggu penyerapan nutrisi. Bukan mitos, tapi ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Susu kaya akan protein kasein, sementara jeruk mengandung asam sitrat yang tinggi. Ketika dikonsumsi bersamaan, asam dari jeruk dapat membuat protein dalam susu menggumpal proses yang mirip dengan pembuatan keju. Penelitian dari Food Chemistry menjelaskan bahwa perubahan pH akibat asam sitrat menyebabkan pengendapan protein yang bisa mengganggu sistem pencernaan.

Akibatnya, tubuh bisa merasakan gejala seperti kembung, mual, atau rasa tidak nyaman di lambung. Selain itu, menurut Journal of Dairy Science (2015), keasaman tinggi dari jeruk dapat menghambat kerja enzim pencerna susu, sehingga penyerapan nutrisi penting seperti kalsium dan protein menjadi tidak optimal.

Tak hanya dari sudut pandang ilmiah, dalam ajaran Ayurveda sistem pengobatan tradisional India , kombinasi susu dan buah asam dianggap sebagai “viruddha ahara” atau makanan yang tidak serasi. Konsumsi keduanya secara bersamaan dipercaya dapat memicu penumpukan racun dalam tubuh.

American Academy of Pediatrics bahkan menyarankan agar susu dan jeruk tidak dikonsumsi berdekatan oleh anak-anak di bawah usia lima tahun, karena sistem pencernaan mereka masih belum stabil.

Meski begitu, bukan berarti Anda harus memilih salah satu. Susu dan jeruk tetap bisa menjadi bagian dari menu harian yang sehat, asalkan dikonsumsi dengan jeda waktu minimal 30–60 menit. (AS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....