Selain Untuk Bayi, Ini Manfaat ASI Untuk Ibu
- 09 Sep 2025 19:51 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik yang mengandung gizi lengkap untuk bayi yang baru lahir. Namun ASI tidak hanya memberikan manfaat untuk bayi, tetapi juga memberikan manfaat untuk sang ibu.
Dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, @kemenkes_ri, berikut manfaat utama ASI untuk bayi:
Memenuhi Kebutuhan Gizi Bayi
ASI memiliki kandungan gizi yang lengkap. Seperti air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, zat antibodi, dan juga enzim. Kandungan tersebut sangat baik untuk kebutuhan hidup bayi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup bayi.
Mencegah Terserang Penyakit
ASI mengandung antibodi alami. Dengan demikian, ASI mampu membantu bayi agar terhindar dari terserang penyakit, virus dan juga bakteri.
Membantu Perkembangan Otak dan Fisik Bayi
ASI banyak mengandung omega 3 dan 6. Dengan demikian, ASI memiliki manfaat baik untuk perkembangan otak bayi. Tidak hanya itu, ASI juga banyak mengandung banyak gizi baik yang membantu perkembangan fisik pada bayi.
Lebih lanjut, dikutip dari laman alodokter.com, berikut ini merupakan beberapa manfaat ASI untuk ibu:
Mengurangi Stres dan Trauma
Menyusui bayi dapat merangsang produksi hormon oksitosin yang membuat tubuh merasa lebih rileks. Adanya kontak tubuh di antara keduanya juga dapat memperkuat hubungan dan memberikan ketenangan.
Mengurangi Risiko Berbagai Penyakit
Menyusui bayi dapat mengurangi risiko terkena penyakit, seperti kanker payudara, ovarium, dan gangguan saat menopause. Selain itu juga dapat mempercepat pemulihan rahim, menurunkan risiko diabetes tipe 2, menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan juga penyakit jantung.
Melangsingkan Tubuh
Memberikan ASI pada bayi dapat melangsingkan tubuh. Hal tersebut dikarenakan tiap kali tubuh memproduksi ASI, tubuh akan membakar sekitar 500 kalori.
Meski memberikan banyak manfaat, bayi hanya disarankan mengonsumsi ASI hingga berumur enam bulan sejak dilahirkan. Jika pemberian ASI tetap dilakukan melebihi periode waktu tersebut, maka dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah infeksi pada bayi, seperti diare dan meningitis.
(Dyah Pramesti Purbowati – Universitas Negeri Jakarta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....