Sakit Gusi Belakang Bisa Jadi Tanda Gigi Tumbuh
- 29 Jul 2025 10:55 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Sakit gusi di bagian belakang bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti infeksi, sisa makanan yang terselip, atau gangguan pada gigi geraham. Namun, jika kondisi ini dialami oleh seseorang yang berusia antara 17 sampai 25 tahun, kemungkinan besar penyebabnya adalah gigi bungsu yang sedang tumbuh. Gigi bungsu merupakan gigi geraham paling belakang yang biasanya tumbuh terakhir.
Saat gigi bungsu tumbuh, gusi di sekitarnya bisa terasa nyeri dan bengkak. Hal ini karena gigi menekan jaringan gusi saat mencoba keluar, apalagi jika posisinya miring atau tidak cukup ruang. Menurut Kementerian Kesehatan, kondisi ini dikenal sebagai perikoronitis, yaitu peradangan pada gusi yang menutupi sebagian gigi bungsu. Area ini mudah terkena sisa makanan dan bakteri karena letaknya yang sulit dijangkau.
Gejala yang biasanya muncul antara lain nyeri saat mengunyah, gusi tampak merah dan membengkak, bau mulut, dan kadang sulit membuka mulut. Pada beberapa kasus, muncul nanah dan bengkak di pipi. Bila tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar ke jaringan sekitar dan menyebabkan komplikasi seperti abses atau demam.
Sebagai pertolongan pertama, berkumur dengan air garam hangat bisa membantu meredakan pembengkakan dan membunuh bakteri. Kompres dingin di bagian pipi juga bisa mengurangi nyeri. Selain itu, menjaga kebersihan mulut dan menghindari makanan keras atau panas penting dilakukan agar kondisi tidak memburuk.
Jika rasa sakit tidak kunjung reda dalam dua hingga tiga hari, atau disertai gejala lain seperti demam dan pembengkakan hebat, segera periksakan ke dokter gigi. Dokter akan melakukan pemeriksaan, biasanya dengan rontgen, untuk melihat apakah gigi bungsu perlu dicabut. Penanganan yang tepat dapat mencegah masalah lebih lanjut pada mulut dan rahang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....