Makan Cerdas ala Diet MIND, Otak Tajam Terjaga
- 13 Jun 2025 16:43 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Ingin tetap ingat nama cucu saat usia 80-an? Atau masih bisa cerita masa muda tanpa lupa-lupa? Coba kenalan dengan Diet MIND, pola makan yang dirancang khusus untuk menjaga kesehatan otak dan mencegah pikun atau Alzheimer.
DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) adalah gabungan dari Diet Mediterania dan DASH. Diet ini dikembangkan oleh Dr. Martha Clare Morris dari Rush University, dan terbukti bisa menurunkan risiko Alzheimer sampai 53% kalau dijalani dengan disiplin. Bahkan kalau dijalani setengah-setengah, risikonya tetap turun sekitar 35%.
Pola makan dalam Diet MIND cukup sederhana dan mudah diikuti. Fokus utamanya adalah memperbanyak makanan yang menutrisi otak seperti sayuran hijau (seperti bayam, kale, selada) minimal enam kali seminggu, ditambah sayuran lain setiap hari.
Kacang-kacangan sebaiknya dikonsumsi lima kali seminggu, buah beri seperti blueberry atau stroberi dua kali seminggu, gandum utuh tiga kali sehari, ikan minimal sekali seminggu, serta ayam tanpa kulit dua kali seminggu.
Gunakan minyak zaitun sebagai lemak utama, dan jika diinginkan, segelas anggur merah per hari juga diperbolehkan. Di sisi lain, makanan yang perlu dibatasi adalah daging merah, mentega atau margarin, keju berlemak, makanan cepat saji, serta camilan manis dan kue-kue, karena dapat mempercepat penurunan fungsi otak.
Dr. Lisa Mosconi, pakar nutrisi otak dari Cornell, bilang bahwa makanan seperti beri dan sayuran hijau bisa memperlambat kerusakan sel otak. Sementara Dr. David Perlmutter, ahli saraf, menyarankan untuk mengurangi gula dan makanan olahan yang bisa merusak memori.
Penelitian dari jurnal Alzheimer’s & Dementia (2015) menunjukkan bahwa lansia yang mengikuti Diet MIND punya risiko lebih rendah terkena Alzheimer. Peneliti dari Harvard juga menyebut diet ini bagus untuk daya ingat dan bisa menurunkan risiko depresi pada orang tua.
Diet MIND itu bukan diet ketat. Ini cara makan sehat jangka panjang. Cocok buat siapa pun yang ingin tetap jernih berpikir hingga usia senja. Karena ingatan yang tajam itu bukan cuma soal genetika—tapi juga soal isi piring kita setiap hari. (AS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....