Metode Diagnosis Epilepsi

  • 07 Apr 2025 13:36 WIB
  •  Denpasar

KBRN,Denpasar : Epilepsi merupakan gangguan otak kronis yang mempengaruhi aktivitas listrik otak dan menyebabkan serangan atau kejang ,yang bisa dialami dialami oleh siapa saja mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, tidak semua kejang berarti seseorang memiliki Epilepsi, dalam hal ini Epilepsi didiagnosis setelah seseorang mengalami dua atau lebih kejang tanpa sebab yang jelas. Demikian disampaikan Dokter Spesialis Saraf RSUD Wangaya, dr.Desie Yuliani, Sp.N.,ketika berbincang dalam acara Obrolan komunitas beberapa waktu lalu di Programa 4 RRI Denpasar.

Dr.Yuliani menambahkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Epilepsi, diperlukan pemeriksaan medis yang komprehensif. Pemeriksaan EEG (elektroensefalografi) adalah salah satu metode utama untuk mendeteksi aktivitas listrik abnormal di otak. Selain itu, pemeriksaan penunjang lainnya, seperti MRI otak juga bisa membantu mengetahui kondisi otak secara lebih detail.

“jadi pada pasien Epilepsi kami akan lakukan evaluasi anamnesis terutama terkait apakah kejadian yang dialami merupakan kejang atau bukan, pemeriksaan EEG dan bila perlu kami lakukan Ct Scan kepala atau MRI. Dari hasil pemeriksaan tersebut akan ditegakkan diagnosisnya apakah termasuk Epilepsi atau tidak” , ujar Yuliani.

Dijelaskan dr. Yuliani dalam pemeriksaan EEG (Elektroensefalografi) akan dicatat aktivitas listrik otak serta mendeteksi pola abnormal yang menjadi indikasi Epilepsi. Pemeriksaan ini sering dilakukan ketika pasien menunjukkan gejala kejang atau ketika dokter mencurigai adanya gangguan neurologis. Dalam banyak kasus, hasil EEG bisa mengonfirmasi apakah seseorang mengalami Epilepsi atau tidak.

Kemudian untuk memperjelas kondisi otak dan mengetahui apakah ada kelainan struktural yang mendasari kejang, pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI otak sering dilakukan. Pencitraan ini dapat membantu dokter melihat adanya tumor, cacat bawaan, atau cedera otak yang mungkin menjadi penyebab kejang, meski tidak semua kasus Epilepsi disebabkan oleh kelainan struktural, pemeriksaan ini tetap penting dalam menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

“selain itu jika diperlukan juga akan dilakukan pemeriksaan darah, untuk mencari kemungkinan penyebab lain dari kejang, sehingga bisa diketahui kemungkinan penyakit lain yang mungkin menyebabkan gejala serupa “ ungkapnya.

Ditegaskan dr. Yuliani diagnosis yang tepat sangat penting untuk penanganan Epilepsi yang efektif,dengan pendekatan yang teliti dan penggunaan berbagai metode diagnosis, Epilepsi dapat dideteksi lebih awal dan penanganannya dapat dilakukan dengan lebih baik. Menurutnya sebagai penyakit yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, deteksi dini Epilepsi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan membantu mereka untuk mengelola kondisi tersebut dengan lebih baik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....