Angin Malam Pemicu Paru-Paru Basah, Miyos Atau Fakta

  • 28 Feb 2025 05:22 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Angin malam atau udara dingin sering dianggap dapat memicu paru-paru basah (pneumonia) oleh sebagian orang, tetapi ini lebih merupakan mitos daripada fakta medis yang kuat. Penyakit paru-paru basah disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya, bukan hanya karena angin malam atau udara dingin.

Namun, paparan udara dingin atau angin malam dapat mempengaruhi sistem pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau sistem imun yang lemah. Kondisi ini bisa membuat saluran pernapasan lebih rentan terhadap infeksi, tetapi angin malam itu sendiri tidak langsung menyebabkan paru-paru basah.

Paru-paru basah, yang dalam istilah medis disebut pneumonia, adalah infeksi pada paru-paru yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di dalamnya. Infeksi ini bisa disebabkan oleh berbagai patogen, seperti bakteri, virus, atau jamur. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantung udara di paru-paru dapat terisi cairan atau nanah, yang membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

Gejala pneumonia antara lain:

  1. Batuk, yang bisa disertai dengan dahak atau darah.
  2. Demam dan menggigil.
  3. Sesak napas.
  4. Nyeri dada saat bernapas atau batuk.
  5. Kelelahan atau lemas.
  6. Mual atau muntah.

Penyebab utama pneumonia adalah infeksi bakteri, dengan Streptococcus pneumoniae menjadi bakteri yang paling umum. Namun, virus seperti influenza atau coronavirus juga dapat menyebabkan pneumonia, terutama dalam kasus yang lebih berat.

Faktor risiko pneumonia termasuk:

  • Usia (lanjut usia atau bayi).
  • Sistem imun yang lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS atau mereka yang sedang menjalani pengobatan imun supresif.
  • Merokok atau paparan asap rokok.
  • Penyakit jantung atau penyakit paru-paru kronis.
  • Penurunan kesadaran, seperti pada penderita stroke atau demensia, yang membuat mereka lebih rentan terhadap aspirasi makanan atau cairan ke dalam paru-paru.

Pengobatan pneumonia tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh bakteri, antibiotik adalah pilihan utama. Jika disebabkan oleh virus, pengobatan lebih fokus pada meredakan gejala, meskipun dalam beberapa kasus, antiviral bisa digunakan.

Jika tidak ditangani dengan baik, pneumonia bisa berisiko mengancam jiwa, terutama pada orang dengan kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....