"Demam pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Penanganannya"

  • 17 Jan 2025 09:05 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Demam pada anak adalah kondisi di mana suhu tubuh anak meningkat lebih tinggi dari suhu tubuh normal, yaitu lebih dari 38°C (100.4°F). Demam bukanlah penyakit itu sendiri, melainkan gejala yang menunjukkan bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi atau masalah kesehatan lainnya.

Demam biasanya terjadi ketika sistem kekebalan tubuh merespons infeksi atau peradangan dengan cara meningkatkan suhu tubuh untuk membantu melawan patogen seperti virus atau bakteri.

Dilansir melalui halodoc, Saat Si Kecil demam, sebaiknya gunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh anak, bukan menggunakan perasaan atau perabaan dari tangan orangtua saja. Anak dikatakan demam apabila suhu tubuhnya berada di atas 37,2 derajat celsus saat diukur di ketiak, lebih dari 37,8 derajat Celsius jika diukur di mulut, dan 38 derajat Celsius jika diukur pada dubur. Pada beberapa kasus, demam pada anak bisa mencapai 40 hingga 41 derajat Celsius. Hal ini bisa dipengaruhi banyak hal, misalnya suhu ruangan yang panas, baju yang terlalu tebal dan lain sebagainya. Namun, pada kasus yang umum anak dikatakan demam tinggi apabila suhu tubuhnya sudah mencapat 37,2 derajat Celsius.

Lakukan Hal Ini Jika Anak Demam

Sangat penting menjaga tubuh anak nyaman saat mereka demam. Kebutuhan cairan anak akan meningkat hingga 1,5 kali dari kebutuhan biasanya. Jika Si Kecil kekurangan cairan, demam akan semakin tinggi. Maka itu, penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat anak demam.

Asupan cairan bermanfaat untuk mencegah munculnya panas yang lebih tinggi dan lebih lama. Hindari memberikan minuman yang mengandung kafein, seperti teh, karena akan menyebabkan cairan justru tertarik keluar melalui urin, sehingga Si Kecil jadi makin kekurangan cairan.

Biarkan Si Kecil beristirahat. Semakin banyak beristirahat, maka semakin cepat pula ia sembuh. Perlu diingat, jangan biarkan Si Kecil tidur dengan mengenakan baju berlapis dan selimut tebal saat demam. Sebab, itu malah menyulitkan kulitnya untuk melakukan pertukaran panas dengan udara.

Ketika seorang anak mengalami demam tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh seorang ibu untuk menangani kondisi tersebut dengan baik. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kenali Tanda-tanda Demam Tinggi:
  • Demam tinggi biasanya lebih dari 38°C (100.4°F) pada suhu tubuh anak.
  • Perhatikan gejala lain seperti menggigil, rasa lelah, dan gelisah.
  • Cek Suhu Secara Teratur:
    • Gunakan termometer yang sesuai untuk mengukur suhu tubuh anak secara teratur.
    • Jika suhu tubuh anak mencapai 39°C (102.2°F) atau lebih, segera pertimbangkan untuk memberi obat penurun demam atau hubungi dokter.
  • Perhatikan Usia Anak:
    • Pada bayi di bawah 3 bulan, demam tinggi (lebih dari 38°C) harus segera ditangani oleh tenaga medis, karena ini bisa menjadi tanda infeksi serius.
    • Pada anak yang lebih tua, demam biasanya merupakan respons tubuh terhadap infeksi, tetapi harus tetap diwaspadai.
  • Berikan Cairan yang Cukup:
    • Pastikan anak tetap terhidrasi dengan memberikan air putih, jus, atau cairan oral lainnya.
    • Demam dapat menyebabkan dehidrasi, jadi penting untuk menghindari dehidrasi.
  • Pakaikan Anak Pakaian yang Ringan:
    • Jangan terlalu membungkus anak dengan selimut atau pakaian tebal karena ini bisa meningkatkan suhu tubuh. Berikan pakaian yang nyaman dan ringan.
  • Obat Penurun Demam:
    • Obat seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk menurunkan demam. Namun, pastikan mengikuti dosis yang tepat sesuai usia dan berat badan anak.
    • Jangan memberikan aspirin pada anak karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti sindrom Reye.

    Rekomendasi Berita

    Berita Terbaru

    Memuat berita terbaru.....