Tekan Subvarian Omicron, Bali Akselerasi Vaksin Booster Kedua
- 05 Des 2022 13:53 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar : Pemerintah Propinsi Bali menggenjot
akselerasi vaksinasi dosis lanjutan atau booster kedua. Langkah ini bagian dari upaya menekan lonjakan
kasus Covid 19 akibat Subvarian Omicron. Setelah menyasar tenaga kesehatan,
kini vaksinasi booster dosis kedua telah diberikan kepada lansia diatas 60
tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit – P2P Dinas Kesehatan Propinsi Bali I Wayan Widia. SKM, M.Kes dikonfirmasi RRI di Denpasar, Senin (5/12/2022) mengungkapkan, percepatan vaksinasi booster kedua beriringan dengan vaksinasi primer dan booster pertama. Hal ini menjadi upaya mitigasi peningkatan kasus dan munculnya subvarian baru. Wayan Widia mengatakan, bagi masyarakat yang sudah memenuhi syarat memperoleh vaksinasi primer maupun booster, bisa melakukan vaksinasi di fasilitas layanan kesehatan dengan menyesuaikan jadwal di masing – masing faskes.
"Iya memang terjadi penurunan keinginan masyarakat untuk booster, karena itu kami terus genjot percepatan vaksinasi penguat dosis kedua ini apalagi terjadi peningkatan kasus akibat subvarian XBB,” ungkap Wayan Widia.
Sementara, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Propinsi Bali Dr.dr I Wayan Gede Artawan Eka Putra mengatakan, vaksinasi booster dosis kedua menjadi penguat herd imunity menurunkan angka hospitalisasi dan mencegah sakit dengan gejala berat. Hal ini sangat penting terutama bagi lansia, anak – anak dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. dokter Artawan Eka Putra menambahkan, virus sangat mudah berefleksi dengan penyebaran yang cepat, sehingga kekebalan tubuh harus diproteksi dengan vaksinasi penguat.
“Virus itu terus berkembang ya dengan perubahan – perubahan penyebaran yang cepat namun tingkat fatalitasnya rendah. Kita harus tetap proteksi diri dengan vaksin ya dengan vaksin booster,” pungkas dokter Artawan Eka Putra.
Penyuntikan
vaksinasi dosis lanjutan atau booster kedua tengah digenjot Pemerintah guna
mencegah risiko gejala berat maupun rawat inap bagi kelompok rentan dan
memiliki komorbid. Pasalnya enam hingga delapan bulan dari penyuntikan
vaksinasi penguat pertama, ada kemungkinan penurunan kadar antibodi sehingga
perlu dosis penguat kedua untuk proteksi terinfeksi subvarian omicron.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....