Body integrity identity disorder ( BIID) : Salah Satu Gangguan Kejiwaan Langka

  • 11 Okt 2024 08:28 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Bukittinggi :Beberapa gangguan mental yang lebih umum dialami meliputi depresi, gangguan kecemasan, skizofrenia, gangguan makan, dan perilaku adiktif. Namun, sebenarnya ada banyak gangguan mental dan beberapa di antaranya sangat langka. Salah satu penyakit mental langka adalah Body integrity identity disorder ( BIID).

Ini adalah suatu kondisi dimana seseorang secara tidak wajar menginginkan salah satu bagian tubuhnya mengalami kelumpuhan atau amputasi (buntung). Kondisi ini termasuk ke dalam suatu gangguan kejiwaan, yang terjadinya disebabkan oleh gangguan keseimbangan senyawa kimia di otak. Dulunya, banyak ilmuwan mengira BIID adalah fetish seksual atau psikosis, tetapi studi yang lebih modern menyatakan BIID sebagai masalah identitas.

Penderita Body integrity identity disorder (BIID) atau yang juga dikenal sebagai amputee syndrome meyakini bahwa dirinya adalah penyandang disabilitas. Mereka memiliki keinginan tinggi untuk mengamputasi dirinya atau memodifikasi anggota tubuhnya untuk mendapat kepuasan karena ia meyakini bahwa dirinya merupakan penyandang disabilitas.

dr. Nadia Nurotul Fuadah di laman Alodoc mengatakan belum jelas faktor apa persisnya yang mencetuskan hal ini. Akan tetapi, faktor genetik, pola asuh sejak kecil, gaya hidup, pengaruh obat, bahkan sakit-sakit tertentu yang diderita (seperti tumor otak atau penyakit kronis lainnya) diduga kuat turut memicu kondisi ini.

Pada beberapa kasus, gejala BIID sangat mirip dengan variasi sikap dan pola pikir yang wajar, atau juga gangguan kejiwaan lainnya, seperti gangguan skizoafektif, skizofrenia paranoid, gangguan kecemasan umum, dan sebagainya Diperlukan diagnosa dan penanganan yang tepat dari tenaga ahli seperti dokter atau Psikiater ketika penderita mulai merasakan gejala speeti BIID ini.

Sayangnya, tidak ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah body dysmorphic disorder. Namun, gangguan ini sering terjadi pada usia remaja awal, sehingga mengidentifikasi lebih dini dan memulai pengobatan akan sangat bermanfaat.

Selain itu, perawatan pemeliharaan jangka panjang juga membantu mencegah kekambuhan gejala gangguan mental ini. Sebab, kondisi ini tak hanya berpengaruh pada kondisi mental, tetapi juga fisik pengidapnya


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....