Manfaat Beras Merah untuk Penderita Diabetes
- 03 Okt 2024 17:34 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Beras merah adalah pilihan yang lebih baik bagi penderita diabetes dibandingkan nasi putih, karena indeks glikemik yang lebih rendah. Hal ini menjamin kenaikan gula darah secara bertahap karena kaya serat, dan juga meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan pencernaan. Jika dinikmati dalam jumlah sedang dan dikombinasikan dengan makanan rendah indeks glikemik lainnya, beras merah mendukung kestabilan kadar gula darah dan dapat membantu mengelola diabetes.
Beras merah memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga tidak akan meningkatkan gula darah secepat nasi putih. Beras merah ini juga membantu meringankan dan mencegah sembelit, membuat merasa kenyang lebih lama, dan membantu pengelolaan berat badan.
Beras merah kaya akan fenol dan flavonoid, antioksidan yang berinteraksi dan menetralkan radikal bebas berbahaya, mencegahnya menyebabkan kerusakan sel. Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam beras merah dapat membantu melindungi terhadap penyakit dan untuk mendapatkan manfaat maksimal dari beras merah, makanlah dalam jumlah sedang dan sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan sehat.
Jumlah nasi merah yang aman dikonsumsi penderita diabetes bergantung pada beberapa faktor, termasuk tingkat aktivitas, berat badan, dan respons tubuh terhadap karbohidrat. Satu cangkir nasi merah matang mengandung sekitar 50 gram karbohidrat. Penderita diabetes dapat makan hingga 2,5 hingga 3 cangkir nasi merah matang per hari, jika tidak mengonsumsi karbohidrat lain. Jumlah ini tidak dimakan sekaligus dan penting juga untuk memadukan nasi merah dengan makanan sehat lainnya.
Meski beras merah tinggi karbohidrat, nasi merah pun ternyata bisa menyebabkan lonjakan dan penurunan gula darah jika dimakan dalam jumlah banyak. Nnamun, beras merah mengandung serat dan nutrisi penting lainnya untuk mengontrol gula darah dibandingkan nasi putih. Saat mengonsumsi, ada baiknya memadukannya dengan lemak sehat dan protein tanpa lemak. Untuk meminimalkan lonjakan gula darah dan untuk penderita diabetes ada baiknya konsultasikan dengan ahli diet atau dokter untuk menentukan berapa banyak karbohidrat yang dapat makan setiap hari dan setiap kali makan. (Sumber: Halodoc).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....