Mengenal Penyakit Keratosis Pilaris
- 29 Sep 2024 05:04 WIB
- Palu
KBRN, Palu : Keratosis pilaris adalah jenis penyakit kulit yang tidandai dengan munculnya benjolan kecil seperti jerawat. Kondisi ini biasa disebut sebagai kulit ayam karena bentuknya yang serupa, yaitu benjolan kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit pada kulit di sekitar folikel rambut pada area tubuh seperti lengan, kaki, dan bokong.
Keratosis pilaris pada kulit biasanya terlihat merah, cokelat atau putih menyesuaikan dengan warna kulit penderita. Kondisi ini bisa memburuk ketika cuaca sedang dingin sehingga kulit cenderung mengering.
Penyebab Keratosis diduga karena produksi keratin berlebih di kulit, yakni merupakan protein yang membantu membentuk rambut, kuku dan lapisan luar kulit atau epidermis. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak, remaja serta wanita, atau dimulai di usia bayi atau remaja dan berangsur menghilang ketika seseorang memasuki usia 20 hingga 30 tahun.
Ciri utama kondisi ini yang dapat anda lihat adalah benjolan kecil yang terasa kasar dan menyerupai bintik-bintik pada kulit seperti stroberi. Gejala keratosis pilaris meliputi kulit kering dan kasar di area yang terdapat benjolan, terdapat benjolan kecil tanpa rasa sakit.
Benjolan dapat timbul dimana saja pada area kulit yang memiliki folikel rambut. Perubahan hormon selama kehamilan dan masa pubertas dapat menyebabkan kambuhnya penyakit kulit ini.
Keratosis pilaris disebabkan oleh penumpukan produksi keratin atau protein yang melindungi kulit dari zat berbahaya serta infeksi. Keratin berlebih menghalangi folikel rambut untuk terbuka sehingga menyebabkan benjolan kulit yang kasar.
Timbulnya penyakit kulit ayam ini mungkin ada hubungannya dengan faktor kekurangan vitamin A dalam tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen vitamin A atau menggunakan pelembap yang mengandung vitamin A dapat membantu mengobati kondisi ini.
Penyakit ini tidak berbahaya, sehingga biasanya anda tidak perlu melakukan pengobatan apapun. Namun, ada beberapa perawatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, seperti dilansir dari ciputra hospital.
1. Krim Pelembap
Kondisi kulit kering dapat memperburuk gejala yang Anda alami. Oleh karena itu, menjaga kulit tetap terhidrasi dapat meminimalkan tumbuhnya benjolan. Oleskan krim pelembap beberapa kali dalam sehari terutama setelah mandi saat kondisi kulit masih lembap.
2. Krim Obat
Krim yang mengandung vitamin A dapat membantu mengurangi penumpukan keratin penyebab kondisi ini pada kulit Anda. Berbeda dengan krim pelembap yang dijual di pasaran, Anda membutuhkan resep dokter untuk pilihan perawatan yang satu ini. Sebab, penggunaan krim obat secara berlebihan juga menimbulkan efek iritasi pada kulit.
3. Eksfoliasi
Penderita disarankan untuk melakukan eksfoliasi kulit. Caranya dengan menggunakan lap kecil atau produk seperti body scrub yang dilakukan di area timbulnya benjolan kecil. Namun, pastikan untuk tidak menggosok terlalu keras karena dapat memperburuk gejala yang ada. (MDP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....