Pengembangan Kapasitas Simulasi Kesiapsiagaan TRC Resiko Bencana Bombana
- 07 Okt 2026 08:44 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Simulasi Kesiapsiagaan Tim Reaksi Cepat (TRC) Relawan Berani Tangguh Bencana dalam Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Rarowatu Utara, Bombana, Selasa, 6 Oktober 2026
Dalam arahannya, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menekankan pentingnya peran relawan dalam mendukung pemerintah menghadapi berbagai potensi bencana. Menurutnya, relawan tidak hanya dibutuhkan saat bencana terjadi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, melakukan mitigasi, serta membangun koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan.
Bupati menyebutkan, kecepatan informasi dari tingkat desa menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat langkah penanganan ketika terjadi bencana. Karena itu, setiap kejadian maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana di wilayah masing-masing harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
“Ketika ada kejadian di kampung atau di desa kita masing-masing, yang paling utama adalah bergerak berkolaborasi antara pemerintah desa dan relawan bencana,” ujar Bupati.
Ia meminta para relawan membangun komunikasi aktif dengan pemerintah desa dan kecamatan serta memanfaatkan saluran komunikasi yang telah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana. Dengan koordinasi yang cepat, pemerintah diharapkan dapat segera mengambil langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Selain kesiapsiagaan terhadap bencana secara umum, Bupati juga mengingatkan para relawan untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Ia mengajak relawan bersama pemerintah desa terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Dalam kondisi sekarang sangat rentan kalau kita mau membuka lahan dengan menggunakan api. Kita harus punya tanggung jawab untuk saling mengingatkan kepada masyarakat supaya menghindari jangan sampai ada kebakaran,” tegasnya.
Menurut Bupati, pencegahan kebakaran bukan hanya berkaitan dengan keselamatan masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem. Kebakaran yang tidak terkendali dapat meluas dan mengancam kawasan hutan maupun habitat berbagai satwa.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran sebagai bagian dari penguatan keterampilan dan kesiapsiagaan peserta. Para relawan mendapatkan pengenalan sekaligus praktik penggunaan peralatan pemadam dengan pendampingan petugas. Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., turut mengikuti praktik tersebut bersama peserta lainnya.
Melalui kegiatan ini, para relawan diharapkan tidak hanya memahami mekanisme pelaporan dan koordinasi kebencanaan, tetapi juga memiliki keterampilan serta kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah masing-masing. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan semakin mempercepat respons terhadap bencana sekaligus memperkuat sinergi antara relawan dan pemerintah mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....