Pemprov Sultra Perkuat Sinergi dengan Kemenhut Cegah Karhutla

  • 07 Sep 2026 09:21 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat sinergi dengan Kementerian Kehutanan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi puncak musim kemarau dan potensi pengaruh El Nino hingga awal 2027.

Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam audiensi Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan Indra Exploitasia Semiawan beserta jajaran.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi dan konsolidasi kesiapsiagaan pengendalian karhutla di Sultra, menyusul pembentukan Satuan Tugas Supervisi Pengendalian Kebakaran Hutan Lingkup Kementerian Kehutanan Tahun 2026.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menekankan pentingnya mengutamakan pencegahan, deteksi dini dan respons cepat dibandingkan menunggu kebakaran terjadi dan meluas.

Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau 2026 di Sultra datang lebih awal, berlangsung lebih lama dan cenderung lebih kering, dengan puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.

Gubernur Sultra mengatakan kesiapsiagaan perlu diperkuat hingga tingkat kabupaten dan kota karena tindakan cepat di daerah menjadi kunci dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Kita akan koordinasikan dengan pusat terkait satgas. Kita juga akan petakan mana yang menjadi kewenangan daerah. Pemprov membuka ruang seluas-luasnya untuk kolaborasi,” ujar Andi Sumangerukka.

Ia menyampaikan penanganan karhutla selama ini dilakukan BPBD bersama perangkat daerah terkait, sementara kesiapsiagaan juga diperkuat melalui apel dan simulasi penanggulangan karhutla serta kekeringan pada 26 Agustus 2026.

Kementerian Kehutanan turut mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola kawasan, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengendalian karhutla di Sultra.

Gubernur menilai perlindungan hutan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan sejak dini untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....