Mengapa Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Masih Terjadi?
- 07 Okt 2026 07:48 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama. Berbagai bentuk kekerasan dapat terjadi di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, hingga ruang digital.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam program Sultra Siang Pro 1, Senin, 5 Oktober 2026, bersama Akhwat Dwi Julyani Syahrul, Fasilitator Forum Anak Sultra, dan Rendy A. Permana, S.E., M.M., Kepala Bidang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan DP3A dan KB Provinsi Sulawesi Tenggara.
| Baca juga: Pemkab Koltim Perkuat Pemenuhan Hak Anak |
Dalam diskusi tersebut, dibahas sejumlah faktor yang dapat membuat kekerasan terhadap perempuan dan anak terus terjadi. Salah satunya adalah masih adanya anggapan bahwa persoalan kekerasan merupakan masalah pribadi atau urusan keluarga, sehingga korban maupun orang di sekitarnya terkadang memilih diam.
Kurangnya pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan juga dapat membuat tindakan yang sebenarnya sudah masuk kategori kekerasan dianggap sebagai hal biasa. Padahal, kekerasan tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berbentuk kekerasan psikis, seksual, penelantaran, serta kekerasan berbasis teknologi dan ruang digital.
Dari sisi anak, keberadaan lingkungan yang aman dan suportif menjadi hal penting. Anak perlu mengetahui haknya serta memiliki keberanian untuk menyampaikan ketika mengalami tindakan yang membuat mereka merasa terancam atau tidak aman.
Sementara itu, pencegahan dan penanganan kasus membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, serta lembaga terkait perlu membangun kerja sama agar korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang sesuai.
Masyarakat juga diharapkan tidak menyalahkan korban ketika terjadi kekerasan. Sebaliknya, korban perlu mendapatkan dukungan dan akses terhadap layanan yang dapat membantu proses pemulihan serta penanganan kasus.
Melalui edukasi, kepedulian, dan keberanian untuk melapor, upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat semakin diperkuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....