Mutiara Pagi: Disiplin Salat Harus Diterapkan dalam Kehidupan

  • 06 Okt 2026 20:26 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Kebiasaan melaksanakan salat secara tepat waktu dan konsisten dinilai dapat memberikan pembelajaran penting bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Disiplin waktu, keteraturan, fokus, serta kemampuan mengendalikan diri merupakan sejumlah nilai yang dapat dibangun melalui pelaksanaan salat.

Dr. H. Samsuri, S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa waktu salat yang telah ditentukan menjadi latihan bagi seorang muslim untuk memiliki keteraturan dalam menjalankan aktivitas. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat dibawa ke dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

“Ketika kita salat mengikuti waktu, tentunya kita juga dilatih untuk memiliki konsistensi waktu dalam kehidupan sehari-hari. Dari sini kita belajar bahwa waktu itu harus dihargai dan setiap tanggung jawab perlu dilaksanakan secara teratur,” jelas Dr. Samsuri.

salat juga mengandung nilai konsistensi. Seorang muslim tidak hanya melaksanakan salat ketika memiliki waktu luang, tetapi menjadikannya sebagai kewajiban yang harus dijaga setiap hari. Pola tersebut dapat membentuk kebiasaan untuk menyelesaikan tanggung jawab secara berkelanjutan.

Selain kedisiplinan dan konsistensi, kekhusyukan dalam salat juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Kekhusyukan melatih seseorang untuk memusatkan perhatian dan menghadirkan kesungguhan dalam melakukan sesuatu. Nilai tersebut dapat diterapkan ketika seseorang sedang belajar maupun menyelesaikan pekerjaan.

Dr. Samsuri menambahkan, kemampuan mengendalikan diri juga menjadi bagian penting yang dapat dilatih melalui salat. Seseorang tidak hanya dituntut untuk melaksanakan gerakan dan bacaan salat, tetapi juga memahami nilai ibadah tersebut sehingga dapat tercermin dalam perilakunya.

Kemampuan mengendalikan diri diperlukan dalam berbagai situasi kehidupan. Ketika menghadapi persoalan, seseorang diharapkan tidak mudah terbawa emosi dan mampu mempertimbangkan tindakan yang akan dilakukan. Karena itu, pembentukan karakter menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun sumber daya insani.

Menurut Dr. Samsuri, sumber daya insani yang unggul bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau profesional. Keunggulan juga perlu disertai dengan karakter, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab.

“Sumber daya insani yang unggul bukan hanya memiliki kemampuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Nilai-nilai dalam salat dapat menjadi bagian dari proses pembentukan manusia seperti itu,” pungkasnya.

Dengan memahami nilai-nilai tersebut, salat diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas ibadah, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan perilaku dan kualitas kehidupan seorang muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....