Dukung Ketahanan Pangan, Kanwil Ditjenpas Sultra Panen 1,6 Ton Ayam Pedaging
- 30 Sep 2026 15:11 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) memanen sebanyak 1,6 ton ayam pedaging dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Nanga-Nanga, Kendari, Selasa 29 September 2026.
Panen ini menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) sekaligus mendukung agenda Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong kemandirian masyarakat.
Program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Melalui kegiatan produktif seperti peternakan ayam pedaging, WBP mendapatkan kesempatan untuk memperoleh keterampilan kerja yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.
Panen ayam pedaging di SAE Nanga-Nanga turut melibatkan WBP Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari dalam proses pemeliharaan. Mereka diberdayakan untuk terlibat dalam kegiatan perawatan dan pemeliharaan ayam hingga masa panen.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sultra Sulardi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan jajaran pemasyarakatan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu agenda pemerintah.
| Baca juga: Pemkot Kendari Dorong Produksi Pangan Lokal |
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi agenda Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta sejalan dengan Asta Cita Presiden. Hasil panen ini tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga memberikan ruang bagi WBP untuk mendapatkan keterampilan melalui kegiatan yang produktif,” ujar Sulardi.

Sulardi menambahkan, hasil panen ayam pedaging tersebut telah diarahkan agar memiliki pola penyerapan yang jelas. Sebagian hasil panen akan diserap oleh penyedia bahan makanan bagi Lapas dan Rutan se-Kota Kendari, sedangkan sebagian lainnya akan dijual kepada pengepul ayam.
“Sebagian hasil panen akan diserap oleh penyedia bahan makanan untuk Lapas dan Rutan se-Kota Kendari, sementara sisanya akan dijual kepada pengepul ayam. Dengan adanya penyerapan ini, kita berharap kegiatan ketahanan pangan dapat terus berjalan dan berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, Alviantino yang turut hadir dalam kegiatan panen menyampaikan bahwa keterlibatan WBP dalam peternakan ayam pedaging merupakan bagian dari pembinaan kemandirian.
“WBP kami berdayakan dalam proses pemeliharaan ayam pedaging ini. Mereka mendapatkan pengalaman secara langsung dalam kegiatan peternakan, mulai dari perawatan hingga proses pemeliharaan. Ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian agar mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Pelaksanaan program ketahanan pangan melalui sektor peternakan di SAE Nanga-Nanga sekaligus menunjukkan upaya pemasyarakatan untuk mengoptimalkan lahan dan sumber daya yang tersedia menjadi kegiatan produktif.
Panen sebanyak 1,6 ton ayam pedaging diharapkan menjadi bagian dari pengembangan program ketahanan pangan yang tidak berhenti pada proses produksi, tetapi juga membangun ekosistem yang mencakup pemberdayaan WBP, keberlanjutan produksi, serta kepastian penyerapan hasil.
Melalui program tersebut, Kanwil Ditjenpas Sultra terus mendorong agar kegiatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan dapat memberikan manfaat nyata, baik dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional maupun dalam mempersiapkan WBP menjadi insan yang produktif dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....