Mahasiswa Jurnalistik UHO Ajak Siswa Waspadai Slopaganda

  • 22 Sep 2026 08:18 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Mahasiswa Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar sosialisasi Pekan Literasi AI Pemilu di SMAN 10 Kendari, Senin, 21 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi bagi pemilih pemula agar lebih kritis dalam menerima dan menyikapi informasi politik di ruang digital.

Sosialisasi mengangkat tema “Dari Viral ke Slopaganda” dengan pembahasan mengenai tren konten berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang dapat digunakan dalam membentuk dan memengaruhi opini publik. Kegiatan tersebut menyasar para siswa yang mulai memasuki kelompok pemilih pemula menjelang agenda Pemilu 2029.

Dalam pemaparannya, mahasiswa memperkenalkan istilah slopaganda kepada para siswa. Istilah tersebut merupakan gabungan dari kata “slop”, yakni konten berkualitas rendah yang diproduksi secara massal, dan propaganda. Sejumlah kajian mengenai fenomena ini menjelaskan bahwa perkembangan AI memungkinkan produksi dan penyebaran konten semacam itu berlangsung cepat dan dalam skala besar.

Para siswa kemudian diajak mengenali karakteristik konten yang perlu diwaspadai, seperti judul sensasional, informasi yang dangkal, narasi yang memancing emosi, penggunaan visual buatan AI, sumber yang tidak jelas hingga kemunculan unggahan serupa secara masif dari berbagai akun.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa siswa perlu membedakan berbagai bentuk manipulasi informasi digital, termasuk konten yang dibuat untuk memengaruhi perhatian dan persepsi pengguna. Materi tersebut disampaikan dengan pendekatan interaktif agar para siswa dapat lebih mudah mengenali risiko informasi yang mereka temui di media sosial.

Sebagai langkah praktis, mahasiswa memperkenalkan panduan SANTAI kepada para pemilih pemula. SANTAI merupakan singkatan dari Stop sejenak, Amati sumbernya, Nilai konteksnya, Telusuri informasi, Amankan diri dari manipulasi, dan Informasikan kembali secara bijak. Panduan tersebut sebelumnya juga digunakan dalam kegiatan Pekan Literasi AI Pemilu di sekolah lain di Kota Kendari.

Mewakili pihak sekolah, guru SMAN 10 Kendari Waode Rachmawati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan literasi digital yang digelar mahasiswa Jurnalistik FISIP UHO. Menurutnya, edukasi mengenai penggunaan dan penyaringan informasi digital penting diberikan kepada siswa di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial.

“Kami menyambut baik dan sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa Jurnalistik Fisipol UHO yang hadir di SMAN 10 Kendari. Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, para siswa sangat rentan terpapar oleh konten manipulatif berbasis AI seperti slopaganda,” jelas nya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong siswa menjadi pemilih pemula yang mampu menyaring informasi secara kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang belum terverifikasi.

“Melalui kegiatan Pekan Literasi AI Pemilu ini, kami berharap anak-anak didik kami tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang pasif, tetapi tumbuh menjadi pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi setiap informasi yang mereka terima,” sambungnya.

Pihak sekolah juga berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan perguruan tinggi dalam memberikan literasi digital dapat terus dilakukan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....