Riset Dosen UIN Kendari Tembus Forum AI di Seoul Korea
- 21 Sep 2026 08:46 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari membawa riset tentang pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika ke forum ilmiah internasional di Seoul, Korea Selatan. Penelitian tersebut mengkaji strategi pemberian umpan balik AI agar tetap akurat sekaligus lebih mendukung kondisi emosional mahasiswa.
Riset tersebut dipresentasikan Dosen Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kendari, Amanda La Hadi, M.Pd., dalam The First International Workshop on Pedagogical Evaluation of Automated Feedback (PEAF) 2026 di COEX Convention Center, Seoul, Korea Selatan.
Workshop internasional yang diselenggarakan Imperial College London tersebut merupakan bagian dari Festival of Learning 2026. Kegiatan itu mempertemukan tiga konferensi di bidang teknologi pendidikan, yakni Educational Data Mining (EDM) 2026, Artificial Intelligence in Education (AIED) 2026, dan Learning at Scale (L@S) 2026.
Dalam forum tersebut, Amanda mempresentasikan penelitian berjudul “Does Caring Cost Precision? Evaluating Anxiety-Framed LLM Misconception Feedback for Undergraduate Mathematics.” Penelitian ini mengkaji efektivitas umpan balik yang dihasilkan Large Language Models (LLM), seperti ChatGPT, dalam membantu mahasiswa mengenali dan mengatasi miskonsepsi pada pembelajaran matematika.
Amanda menjelaskan, penelitian tersebut berangkat dari kebutuhan menghadirkan teknologi pembelajaran yang tidak hanya mampu memberikan respons akademik secara tepat, tetapi juga mempertimbangkan kondisi emosional mahasiswa ketika mengikuti proses pembelajaran.
“Pada penelitian ini saya ingin melihat apakah umpan balik dari AI bisa tetap akurat sekaligus lebih manusiawi, terutama ketika mahasiswa mengalami kecemasan saat belajar matematika,” ujarnya.
Salah satu pendekatan yang menjadi fokus penelitian adalah anxiety-framed feedback. Pendekatan tersebut mengarahkan AI untuk memberikan umpan balik dengan mempertimbangkan kecemasan yang dialami mahasiswa ketika menghadapi materi matematika.
Melalui pendekatan tersebut, penelitian mengevaluasi apakah perhatian terhadap aspek emosional mahasiswa dapat berjalan tanpa mengurangi kemampuan AI dalam mengidentifikasi kesalahan konsep matematika.
Hasil penelitian menunjukkan model AI tetap mampu menghasilkan umpan balik yang akurat secara akademik sekaligus lebih mendukung kondisi emosional mahasiswa ketika dirancang menggunakan strategi prompting yang tepat.
Temuan tersebut menunjukkan pengembangan AI untuk pendidikan dapat mempertimbangkan dua aspek sekaligus, yakni ketepatan dalam memberikan umpan balik dan cara penyampaian yang lebih sesuai dengan kondisi pembelajar.
Dalam pembelajaran matematika, umpan balik menjadi bagian penting karena dapat membantu mahasiswa memahami letak kesalahan konsep sekaligus memperbaiki pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
Amanda berharap penelitian tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem umpan balik otomatis yang mampu menyesuaikan kebutuhan pembelajar.
“Temuan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem umpan balik otomatis yang lebih efektif, adaptif, dan berpusat pada kebutuhan pembelajar,” harapnya.
Keikutsertaan Amanda dalam forum ilmiah internasional tersebut menjadi bagian dari aktivitas riset dosen UIN Kendari di bidang Artificial Intelligence in Education (AIED). Penelitian yang dipresentasikan di Seoul tersebut sekaligus memperlihatkan penerapan kecerdasan buatan dalam pembelajaran matematika dengan mempertimbangkan aspek akademik dan emosional mahasiswa.
Melalui penelitian tersebut, pemanfaatan AI dalam pendidikan dikaji tidak hanya berdasarkan kemampuan teknologi menghasilkan jawaban atau umpan balik yang tepat, tetapi juga dari cara teknologi tersebut dapat mendukung proses belajar mahasiswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....