OSDIK UM Kendari Bentuk Mahasiswa Baru Jadi Pemimpin

  • 21 Sep 2026 08:28 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Universitas Muhammadiyah Kendari menekankan pentingnya masa transisi mahasiswa baru dari jenjang sekolah menuju perguruan tinggi melalui Orientasi Studi Dasar Islam dan Kemuhammadiyahan (OSDIK) tahun akademik 2026/2027.

Rektor UM Kendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., mengatakan OSDIK menjadi tahap awal untuk membentuk kompetensi, kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta pengembangan diri mahasiswa selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa baru perlu memahami adanya perbedaan pola pembelajaran di perguruan tinggi dengan pendidikan sebelumnya. Jika saat menjadi siswa lebih banyak mendapatkan arahan dari guru, mahasiswa dituntut memiliki kemandirian dan mampu mengembangkan kemampuan secara lebih aktif.

“Kita harapkan mereka semua ini kita siapkan menjadi calon pemimpin masa depan,” ujar Prof. Muhammad Nurdin, Rabu, 16 September 2026.

Selain membentuk karakter dan kemandirian, OSDIK menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan kampus, mulai dari fakultas, program studi, dosen, mahasiswa senior hingga berbagai aktivitas kemahasiswaan.

Tahun ini, kegiatan OSDIK dilaksanakan di Asrama Haji Kendari. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemitraan sekaligus menghadirkan suasana yang dekat dengan nilai-nilai keislaman dan Muhammadiyah.

Pada pembukaan OSDIK, sebanyak 2.404 mahasiswa baru tercatat hadir. Mereka tersebar di sembilan fakultas dengan 35 program studi yang tersedia di UM Kendari. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena sejumlah mahasiswa yang telah dinyatakan lulus belum menyelesaikan proses administrasi.

Selain menerima mahasiswa asal Sulawesi Tenggara, UM Kendari juga mencatat kehadiran 17 mahasiswa asing pada tahun akademik 2026/2027. Dari jumlah tersebut, tujuh mahasiswa telah tiba di Kendari dan mengikuti rangkaian kegiatan kampus.

Tujuh mahasiswa asing tersebut berasal dari Mesir, Palestina, Filipina, Sudan Selatan, Tanzania, dan Pakistan. Mereka menempuh pendidikan pada jenjang S1 dan S2 dengan program studi Manajemen, Teknik Sipil, Pendidikan Agama Islam, Teknologi Hasil Perikanan, dan Administrasi Pendidikan.

Kehadiran mahasiswa asing tersebut menjadi ruang interaksi bagi mahasiswa UM Kendari sekaligus mendukung peningkatan kemampuan bahasa, khususnya melalui penguatan pembelajaran bilingual. Interaksi lintas negara juga menjadi bagian dari lingkungan akademik yang terus dikembangkan kampus.

Dari sisi akademik, UM Kendari menyiapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Pembelajaran berbasis proyek juga terus didorong agar mahasiswa memiliki ruang lebih luas dalam mengembangkan pola pikir, kemandirian, serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kita dekatkan dengan kebutuhan pasar. Kemudian by project, mereka bisa lebih luas mengatur cara berpikirnya dan mengatur perkuliahannya,” jelas Prof. Muhammad Nurdin.

Melalui rangkaian OSDIK dan penguatan proses pembelajaran tersebut, UM Kendari mendorong mahasiswa baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi dan pengalaman organisasi yang dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....