Potensi Kreatif Lokal menuju Ekonomi Berkelanjutan

  • 18 Sep 2026 21:39 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Potensi kreatif lokal Sulawesi Tenggara dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Kreativitas masyarakat, kekayaan budaya, serta beragam produk lokal menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah.

Hal tersebut disampaikan Isei Audrey Natanti, Wakil Ketua II DPW Gekraf Sultra, dalam program Sore Ceria Pro 2 bersama penyiar Dimas, Kamis, 17 September 2026.

Dalam dialog tersebut, Isei Audrey Natanti membahas perkembangan ekonomi kreatif sekaligus peluang bagi masyarakat untuk mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Pengembangan tersebut membutuhkan kreativitas, inovasi, serta dukungan dari berbagai pihak.

Menurut Isei Audrey Natanti, potensi lokal Sulawesi Tenggara sangat beragam. Produk kerajinan, kuliner, fesyen, seni, desain, hingga berbagai karya kreatif lainnya dapat dikembangkan dengan mengangkat karakter dan identitas daerah.

“Potensi lokal kita sangat banyak. Tinggal bagaimana kreativitas tersebut dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan dapat bertahan dalam jangka panjang,” ujar Isei Audrey Natanti saat berbincang bersama Dimas.

Pengembangan ekonomi kreatif juga membutuhkan kemampuan pelaku usaha dalam melihat kebutuhan pasar. Produk yang memiliki ciri khas lokal perlu dikemas secara menarik agar mampu menjangkau konsumen dari berbagai daerah.

Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu peluang untuk memperluas pemasaran. Pelaku ekonomi kreatif dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk memperkenalkan produk, membangun merek, serta berkomunikasi langsung dengan calon konsumen.

Isei Audrey Natanti turut menyoroti peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi kreatif. Anak muda memiliki ruang luas untuk mengembangkan ide kreatif dengan memadukan unsur tradisional dan perkembangan teknologi.

“Generasi muda punya kreativitas yang luar biasa. Kreativitas tersebut bisa dikembangkan dengan tetap membawa identitas lokal, sehingga produk yang dihasilkan memiliki karakter,” tutur Isei Audrey Natanti.

Ekonomi kreatif yang berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga perlu memperhatikan keberlangsungan pelaku, produk, serta potensi daerah. Penggunaan bahan lokal secara bijak, peningkatan kualitas produk, dan regenerasi pelaku kreatif menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Kolaborasi juga menjadi faktor pendukung dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat. Pelaku usaha, komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Melalui pengembangan potensi kreatif lokal secara konsisten, Sulawesi Tenggara memiliki peluang untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah kepada pasar yang lebih luas.

Potensi kreatif lokal diharapkan tidak berhenti sebagai karya semata, tetapi dapat tumbuh menjadi usaha produktif, membuka peluang kerja, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....