Sastra Membentuk Identitas Melalui Bahasa

  • 16 Sep 2026 12:05 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk identitas masyarakat. Melalui karya sastra, kekayaan bahasa, budaya, pengalaman sosial, serta nilai-nilai kehidupan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pembahasan tersebut mengemuka dalam program Jaga Malam Pro 2, Selasa, 15 September 2026, bersama Sidin La Hoga, Sastrawan Sultra, dan Ashari Amrullah, Direktur Eksekutif IDEA Project. Dialog mengangkat tema “Sastra Membentuk Identitas Melalui Bahasa”.

Sidin La Hoga menjelaskan, bahasa menjadi salah satu unsur penting dalam proses penciptaan karya sastra. Pilihan kata, ungkapan, serta gaya bahasa dapat menggambarkan latar budaya dan karakter masyarakat yang menjadi sumber inspirasi sebuah karya.

Karya sastra juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan daerah. Penggunaan kosakata lokal, cerita rakyat, tradisi, serta berbagai bentuk ekspresi budaya dapat memperkuat identitas dalam karya sastra.

Menurut Sidin, perkembangan zaman tidak harus membuat bahasa dan sastra kehilangan akar budaya. Perubahan justru dapat menjadi ruang kreativitas bagi sastrawan untuk mengolah bahasa sesuai konteks kehidupan masyarakat.

Ashari Amrullah menambahkan, sastra memiliki kemampuan untuk merekam berbagai pengalaman manusia. Cerita, puisi, maupun bentuk karya sastra lainnya dapat menyimpan gambaran kehidupan sosial dan budaya dalam suatu periode.

Bahasa dalam sastra juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenali dirinya sendiri. Pengalaman, nilai, dan persoalan yang dituangkan dalam karya dapat membangun hubungan antara penulis dengan pembaca.

Perkembangan teknologi turut membuka ruang baru bagi karya sastra. Platform digital memungkinkan karya dari berbagai daerah menjangkau pembaca lebih luas sekaligus mempertemukan penulis dengan komunitas sastra dari berbagai wilayah.

Ashari mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ruang digital dalam mengembangkan kreativitas. Konten sastra yang mengangkat budaya lokal dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan identitas daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Sidin juga menekankan pentingnya membaca dan mengenal kekayaan bahasa daerah. Bahasa lokal memiliki kosakata, ungkapan, serta nilai budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya sastra.

Dialog Jaga Malam Pro 2 menjadi ruang pembahasan mengenai hubungan bahasa, sastra, dan identitas. Perbincangan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kekayaan bahasa sekaligus memberikan ruang bagi perkembangan kreativitas sastra.

Sastra tidak hanya menjadi sarana ekspresi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses mengenali dan merawat identitas budaya. Melalui bahasa, berbagai cerita dan nilai kehidupan dapat terus hidup serta dikenal oleh generasi berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....