Bahasa Sebagai Ruang Dialog Sastra
- 16 Sep 2026 08:06 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Bahasa menjadi bagian penting dalam perkembangan sastra karena mampu menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, kritik sosial, hingga berbagai persoalan kehidupan. Melalui bahasa, karya sastra dapat membuka ruang dialog antara penulis, pembaca, dan lingkungan sosial.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam program Jaga Malam Pro 2, Selasa, 15 September 2026, bersama Ashari Amrullah, Direktur Eksekutif IDEA Project. Dialog mengangkat tema “Bahasa Sebagai Ruang Dialog Sastra”.
Ashari Amrullah menjelaskan, penggunaan bahasa dalam karya sastra tidak hanya berkaitan dengan pemilihan kata, tetapi juga menyangkut cara penulis membangun makna dan menyampaikan pesan kepada pembaca.
| Baca juga: Ekspresikan Cerita lewat One Take |
Kosakata memiliki peran penting dalam membentuk karakter sebuah karya. Pilihan kata dapat menghadirkan suasana, menggambarkan karakter, serta memperkuat pesan yang ingin disampaikan melalui cerita maupun puisi.
Menurut Ashari, perkembangan bahasa berjalan seiring dengan perubahan masyarakat. Munculnya kosakata baru, istilah populer, serta perubahan cara berkomunikasi turut memberikan warna terhadap perkembangan karya sastra.
Sastra juga dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pandangan. Perbedaan pengalaman dan perspektif pembaca dapat melahirkan pemaknaan yang beragam terhadap satu karya.
| Baca juga: Saatnya Unjuk Kreativitas Film One Take |
Ruang dialog melalui sastra tidak hanya berlangsung melalui buku atau karya cetak. Perkembangan teknologi menghadirkan berbagai platform digital yang memungkinkan karya sastra menjangkau pembaca secara lebih luas.
Media sosial, platform tulisan, hingga ruang diskusi daring menjadi sarana baru bagi penulis dan pembaca untuk bertukar gagasan. Kondisi tersebut membuka peluang bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan dunia sastra.
Ashari turut mendorong generasi muda untuk memperkaya kosakata melalui aktivitas membaca dan berdiskusi. Penguasaan bahasa dapat membantu seseorang menyampaikan gagasan secara lebih tepat sekaligus memahami karya sastra dengan perspektif yang lebih luas.
Bahasa dan sastra juga memiliki hubungan erat dengan identitas budaya. Beragam ungkapan, istilah lokal, serta kekayaan bahasa daerah dapat menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan karya yang memiliki karakter Indonesia.
Program Jaga Malam Pro 2 menjadi ruang diskusi untuk membicarakan hubungan bahasa dan sastra di tengah perubahan zaman. Perbincangan tersebut sekaligus mengajak masyarakat melihat sastra sebagai ruang komunikasi yang mampu mempertemukan gagasan, pengalaman, dan perspektif.
Melalui bahasa, sastra terus berkembang dan membuka ruang dialog lintas generasi. Kosakata yang hidup di tengah masyarakat dapat menjadi bagian dari perjalanan perkembangan kesastraan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....