Mahasiswa sebagai Penggerak Kemajuan Negeri
- 16 Sep 2026 08:00 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari generasi muda yang dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan negeri. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan, organisasi, kegiatan sosial, inovasi, serta keterlibatan aktif dalam berbagai persoalan masyarakat.
Topik tersebut menjadi pembahasan dalam program Sore Ceria Pro 2, Selasa, 15 September 2026, bersama Farel Novriyanto W. Kahar, S.Kep., Ns., Sekretaris Jenderal BEM PTMA Indonesia, Baso Agung, Presiden Nasional BEM PTMAI Zona 1, dan Ruslan, Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari.
Mengangkat tema “Mahasiswa sebagai Penggerak Kemajuan Negeri”, diskusi membahas berbagai peluang dan tanggung jawab mahasiswa dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Farel Novriyanto menjelaskan, mahasiswa memiliki kekuatan intelektual dan organisasi yang dapat diarahkan untuk melahirkan gagasan serta program yang bermanfaat. Lingkungan kampus dapat menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, berpikir kritis, dan kepedulian sosial.
Menurut Farel, kemajuan bangsa membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat. Kegiatan pengabdian, riset, kewirausahaan, serta berbagai gerakan sosial dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi.
Baso Agung menyoroti pentingnya kolaborasi antarmahasiswa dalam mendorong perubahan positif. Perbedaan organisasi, daerah, dan latar belakang tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kerja sama.
Kolaborasi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, mulai dari diskusi kebangsaan, pengabdian masyarakat, pengembangan potensi daerah hingga pemanfaatan teknologi. Ruang digital juga dapat digunakan mahasiswa untuk memperluas jangkauan gagasan dan karya.
Sementara itu, Ruslan menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. Mahasiswa dapat menjadi penghubung antara gagasan akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan yang konkret dan berkelanjutan.
Menurut Ruslan, organisasi kemahasiswaan juga memiliki peran dalam membentuk karakter kepemimpinan. Pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami proses pengambilan keputusan, membangun komunikasi, serta mengelola berbagai perbedaan.
| Baca juga: Literasi Fondasi Utama Kemajuan Kota Kendari |
Ketiga narasumber turut mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai kesempatan mengembangkan kemampuan dan memperluas pengalaman. Prestasi akademik perlu berjalan bersama dengan kemampuan berorganisasi, kreativitas, serta kepedulian sosial.
Program Sore Ceria Pro 2 menjadi ruang diskusi mengenai kontribusi mahasiswa dalam pembangunan bangsa. Perbincangan tersebut sekaligus mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi turut mengambil peran dalam menciptakan perubahan.
Mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan gagasan, karya, dan gerakan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut dapat menjadi bagian dari kontribusi generasi muda dalam mendorong kemajuan negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....