Wabup Konawe Utara Minta OPD Kolaborasi Hadapi Kemarau
- 15 Sep 2026 19:52 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Wakil Bupati Konawe Utara, Abuhaera, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat kolaborasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dampak musim kemarau yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Abuhaera saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara di halaman Kantor Bupati Konawe Utara, Senin, 14 September 2026.
Abuhaera meminta sejumlah OPD meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan, kekurangan air bersih, gangguan kesehatan hingga kebakaran. Menurutnya, kesiapsiagaan perlu dilakukan secara bersama-sama agar berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat segera ditangani.
Ia secara khusus meminta Dinas Lingkungan Hidup memperhatikan kondisi tanaman dan bunga yang berada di sepanjang trotoar kawasan perkantoran. Sejumlah tanaman mulai mengalami kekeringan sehingga penyiraman perlu dilakukan secara rutin untuk menjaga kondisinya.
“Bunga-bunga yang ada di trotoar sudah mulai ada yang mati. Saya harap dilakukan penyiraman secara rutin, paling kurang satu minggu tiga kali,” kata Abuhaera.
Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau juga diminta diterapkan pada sektor kesehatan. Rumah sakit, puskesmas hingga puskesmas pembantu diminta memastikan kesiapan petugas serta ketersediaan obat-obatan untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan selama musim kemarau.
“Jangan menunggu perintah. Kalau ada kejadian dan informasi, dalam waktu 1 x 24 jam harus turun ke lapangan,” tegasnya.
Di sektor pertanian, Abuhaera meminta petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) aktif memantau kondisi lahan pertanian masyarakat, terutama area persawahan yang berpotensi terdampak kekeringan.
Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga produktivitas pertanian. Salah satunya dengan menyiapkan mesin pompa air sehingga lahan persawahan yang mengalami kekurangan air dapat segera mendapatkan penanganan dan terhindar dari risiko gagal panen.
“Kalau ada pengaduan masyarakat terkait sawah yang kekeringan, supaya cepat diantisipasi. Siapkan mesin pompa air agar jangan sampai terjadi gagal panen,” kata Abuhaera.
Selain persoalan kekeringan, Abuhaera turut mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau. Untuk itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan diminta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta perusahaan yang beroperasi di wilayah Konawe Utara.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran. Setiap unsur diharapkan dapat saling mendukung dan bergerak cepat ketika menerima informasi mengenai kejadian di lapangan.
“Kalau ada kejadian kebakaran, koordinasi harus bagus. Kita harus saling membantu dan bergerak cepat,” tuturnya.
Abuhaera menegaskan seluruh perangkat daerah harus responsif terhadap berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Setiap kejadian maupun laporan masyarakat perlu segera disampaikan sehingga dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama.
Ia juga mengajak seluruh ASN memperkuat kebersamaan dan koordinasi selama menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. Kesiapan setiap perangkat daerah diharapkan dapat meminimalkan dampak kemarau terhadap masyarakat, lingkungan, kesehatan, pertanian, maupun keamanan wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....