183 Hotspot Terdeteksi di 15 Wilayah Sultra
- 04 Okt 2026 20:21 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sebanyak 183 titik panas atau hotspot terdeteksi di 15 wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu, 3 Oktober 2026.
Data tersebut dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra, Minggu (4/10/2026). Dari jumlah tersebut, lima titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 173 tingkat kepercayaan menengah, dan lima titik tingkat kepercayaan tinggi.
Kabupaten Konawe menjadi wilayah dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni 43 titik. Jumlah tersebut terdiri atas 42 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan satu titik tingkat kepercayaan tinggi.
Selanjutnya Kolaka Timur terdeteksi 24 titik, Bombana 23 titik, Kolaka 19 titik, dan Konawe Utara 16 titik. Sementara itu, hotspot juga terdeteksi di Buton sebanyak 14 titik, Muna dan Buton Utara masing-masing delapan titik, serta Buton Tengah tujuh titik.
Wilayah lainnya yakni Konawe Selatan enam titik, Buton Selatan lima titik, Baubau empat titik, Muna Barat tiga titik, Kendari dua titik, dan Wakatobi satu titik. Tidak terdapat hotspot yang terdeteksi di Kolaka Utara dan Konawe Kepulauan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra Kusairi mengatakan, data hotspot digunakan untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Informasi tersebut juga menjadi bahan bagi pemerintah daerah melalui BPBD dalam melakukan pemantauan kondisi di lapangan.
Deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit polar, seperti NOAA-20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Sensor tersebut mendeteksi anomali suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Kusairi mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....