Kementan Salurkan Bantuan Pengairan untuk Sawah di Bombana
- 14 Sep 2026 20:21 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sebanyak 2.830 hektare lahan persawahan di Kabupaten Bombana mendapat dukungan melalui program optimalisasi lahan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Program tersebut diarahkan untuk membantu petani menjaga ketersediaan air di tengah ancaman kekeringan akibat musim kemarau.
Setiap hektare lahan memperoleh bantuan sebesar Rp4,6 juta. Dana tersebut disalurkan langsung ke rekening kelompok tani sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sesuai dengan kondisi lahan masing-masing.
Bupati Bombana, Burhanuddin, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Pemerintah Kabupaten Bombana kepada Kementerian Pertanian. Permohonan diajukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau yang berpotensi mengganggu produktivitas lahan persawahan.
Menurut Burhanuddin, penggunaan dana bantuan tidak ditentukan untuk satu jenis sarana pengairan saja. Kelompok tani diberikan keleluasaan menentukan kebutuhan yang paling sesuai dengan kondisi persawahan di wilayah masing-masing.
“Nanti tergantung para petani, apakah uang tersebut mau digunakan buat sumur bor atau apa, tergantung mereka,” kata Burhanuddin, Minggu, 13 September 2026.
Fleksibilitas tersebut memungkinkan kelompok tani memilih sarana yang dianggap paling efektif untuk memenuhi kebutuhan air di lahan pertanian. Kondisi setiap wilayah persawahan yang berbeda menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan bantuan tersebut.
Bupati menjelaskan, program optimalisasi lahan tersebut mencakup 172 kelompok tani yang tersebar di lima kecamatan. Kelompok penerima berada di Kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu Utara, Rumbia, Rumbia Tengah, dan Tontonunu.
Lima wilayah tersebut merupakan bagian dari kawasan persawahan yang menjadi penopang sektor pertanian di Kabupaten Bombana. Dukungan pengairan diharapkan dapat membantu petani mempertahankan aktivitas budidaya selama kondisi kemarau.
Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membangun maupun menyediakan sumber air bagi lahan persawahan. Salah satu pilihan yang dapat dilakukan kelompok tani adalah pembuatan sumur bor dan pengadaan pompa untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
Selain itu, dana juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan perpipaan serta perbaikan saluran pengairan yang mengalami kerusakan. Penggunaan bantuan disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan kondisi sarana pengairan yang telah tersedia di masing-masing wilayah.
“Bantuan dapat digunakan untuk penyediaan sumber air, seperti sumur bor dan pompa, maupun kebutuhan perpipaan serta perbaikan saluran pengairan,” tambahnya.
Menurut pemerintah daerah, dukungan pengairan menjadi penting karena ketersediaan air merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas tanaman padi. Kekurangan air selama musim kemarau berpotensi memengaruhi pertumbuhan tanaman hingga hasil panen petani.
Melalui program optimalisasi lahan tersebut, kelompok tani diharapkan dapat mempersiapkan sarana pengairan yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, lahan persawahan tetap dapat dimanfaatkan secara optimal meskipun menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.
Pemerintah Kabupaten Bombana juga berharap bantuan tersebut dapat dikelola secara tepat oleh kelompok tani. Pemanfaatan dana sesuai kebutuhan lapangan dinilai penting agar sarana pengairan yang dibangun atau diperbaiki benar-benar memberikan manfaat bagi lahan pertanian.
Dukungan Kementerian Pertanian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Bombana. Dengan cakupan 2.830 hektare dan melibatkan 172 kelompok tani, program ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan petani menghadapi musim kemarau.
Pemerintah daerah akan terus mendorong penguatan sarana pertanian agar produktivitas lahan tetap terjaga. Ketersediaan pengairan yang memadai diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan kegiatan budidaya sekaligus menjaga produksi pangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....