Pemkot Kendari Menyiapkan Pengembangan Pertanian Modern di Amohalo
- 22 Sep 2026 09:29 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Kendari - Dinas Pertanian kota Kendari berencana menerapkan program pertanian modern atau Advance Agri Culter Sistem (PMAAS) dilahan pertanian seluas 300 hektar di kawasan persawahan Amohalo kelurahan baruga kota Kendari.
Program ini merupakan inovasi dengan model budidaya padi modern kementrian pertanian RI ini akan di arahkan untuk mengubah pola tanam tradisional menjadi sistem pertanian yang lebih intensif, terukur dan memanfaatkan tehnologi.
Kepala Dinas Pertanian kota Kendari Imran Ismail mengatakan penerapan PMAAS ditujukan untuk meningkatkan produktivitas padi secara signifikan dimana jika pada pola konvesional hasil panen rata – rata sekitar lima ton perhektar, melalui sistem ini produktivitas ditargetkan mencapai minimal 10 ton bahkan hingga lebih perhektarnya.
“Selain mampu meningkatkan hasil penggunaan mekanisasi juga di harapkan dapat menekan biaya tanam secara bertahap dan dalam pelaksanaannya PMAAS ini mengabungkan berbagai metode pertanian modern dari dalam maupun luar negeri yang akan di sesuaikan dengan kondisi lahan,” ujar Imran Ismail di Kendari, Selasa 22 September 2026.
Imran Ismail juga menjelaskan salah satu penerapannya yakni pengaturan populasi tanaman dengan jarak tanaman yang lebih rapat menggunakan pola jajar legowo, sistem tanam benih langsung atau tabela juga akan di gunakan dengan bantuan alat sehingga tidak lagi bergantung pada proses penyemaian dan pemindahan bibit secara manual.
“Program ini juga mengandalkan mekanisasi dan dari proses awal hingga panen dimana traktor di gunakan dalam pengolahan lahan sementara dron pertanian dapat dimanfaatkan untuk pemupukkan dan pengendalian tanaman, serta combaihealt hervester untuk proses panen,” jelasnya.
Lebih lanjut Imran Ismail menjelaskan pengeloaan air dilakukan dengan sistem pengairan berselang atau alternatif whiting end driying sedangkan pemupukkan dilakukan secara presisi berdasarkan analisis tanah atau sensor sehingga penggunakan pupuk dapat lebih terukur.
“Selain tehnologi pengelolaan pertanian dalam program pmaas ini dilakukan secara terpadu pengendalian organisme penggangu tumbuhan dan pemeliharaan lahan akan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan petani dalam pola pengelolaan berbasis korporasi,” ujarnya.
Imran Ismail berharap penerapan sistem ini dilahan 300 hektar di Amohalo dapat menjadi langkah penting pengembangan budidaya padi yang lebih modern efesien dan mampu meningkatkan produksi pertanian di kota Kendari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....