Panen Perdana Buka Peluang Bawang Merah Jadi Komoditas Andalan Pemkab Bombana

  • 14 Sep 2026 20:29 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai membuka peluang pengembangan bawang merah sebagai salah satu komoditas pertanian baru di daerah tersebut. Langkah awal dilakukan melalui uji budidaya menggunakan sistem demplot di Desa Watukalangkari untuk melihat tingkat kesesuaian tanaman dengan kondisi wilayah setempat.

Bupati Bombana, Burhanuddin, mengatakan uji budidaya tersebut dilakukan di kebun percontohan PKK Desa Watukalangkari dengan luas lahan sekitar tiga are. Demplot tersebut menjadi lokasi untuk mengamati pertumbuhan tanaman sekaligus melihat hasil produksi bawang merah yang dapat dikembangkan oleh petani.

Menurutnya, bibit bawang merah yang digunakan dalam demplot tersebut didatangkan dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Pemilihan bibit dari daerah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menguji jenis tanaman yang dinilai memiliki peluang untuk dibudidayakan di wilayah Bombana.

Hasil panen perdana dari demplot tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari pengamatan awal, satu tanaman bawang merah mampu menghasilkan sekitar sembilan hingga 12 umbi anakan.

"Hasil ini menjadi bahan awal untuk menilai kesesuaian budidaya bawang merah di Bombana," kata Burhanuddin usai melakukan panen perdana, Minggu 13 September 2026.

Ia menjelaskan, pengembangan komoditas baru membutuhkan proses pengujian terlebih dahulu agar pemerintah dan masyarakat memperoleh gambaran mengenai potensi produksinya. Karena itu, keberadaan demplot menjadi penting sebelum budidaya bawang merah diarahkan dalam skala yang lebih luas.

Kebun percontohan tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya petani yang ingin mengetahui secara langsung teknik budidaya bawang merah. Masyarakat dapat melihat proses pertumbuhan tanaman hingga hasil panen yang diperoleh dari lahan percontohan.

Pemerintah Kabupaten Bombana akan menggunakan hasil uji tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menentukan kebijakan pengembangan bawang merah ke depan. Evaluasi tidak hanya mencakup hasil produksi, tetapi juga mempertimbangkan peluang budidaya tanaman tersebut bagi masyarakat.

Pengembangan bawang merah dinilai dapat memberikan alternatif bagi petani dalam memilih komoditas yang memiliki nilai ekonomi. Dengan adanya pilihan komoditas baru, petani diharapkan tidak hanya bergantung pada jenis tanaman yang selama ini telah dikembangkan di wilayah Bombana.

Selain aspek ekonomi, pengembangan bawang merah juga diarahkan untuk mendukung ketersediaan pangan lokal. Produksi dari daerah sendiri diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah apabila produksi dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Burhanuddin mengatakan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengejar hasil produksi. Pemerintah juga melihat adanya peluang untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan petani.

"Program ini kita diharapkan tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi petani serta memperkuat ketersediaan pangan lokal," ujarnya.

Ia menambahkan, hasil demplot di Watukalangkari akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya. Pemerintah akan melihat sejauh mana tanaman tersebut mampu tumbuh dan menghasilkan produksi yang sesuai dengan harapan.

Dengan adanya uji budidaya tersebut, Bombana mulai memetakan peluang bawang merah sebagai komoditas pertanian alternatif. Jika hasil evaluasi menunjukkan potensi yang baik, pengembangannya dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Untuk saat ini, demplot di Desa Watukalangkari masih menjadi tahap awal dalam proses pengembangan bawang merah di Bombana. Hasil panen perdana akan menjadi bagian dari evaluasi sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait pengembangan komoditas tersebut dalam skala yang lebih luas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....