Dampak Erupsi, Bandara Haluoleo Kendari Batalkan Penerbangan Tujuan Jakarta
- 07 Sep 2026 18:36 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sebaran abu vulkanik disejumlah wilayah di tanah air dari erupsi Gunung Anak Krakatau mempengaruhi aktifitas penerbangan di sejumlah bandar udara (Bandara) sejak 6 September lalu hingga saat ini.
Akibat dari bencana alam ini, sebanyak 635 penumpang dari empat penerbangan di Bandara Haluoleo Kendari dibatalkan keberangkatannya pada Senin 7 September 2026.
Kepala Bandara Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto mengatakan pembatalan penerbangan dari Kendari menuju Jakarta disebabkan oleh dampak erupsi Gunung Anak Krakatau berupa sebaran abu vulkanik yang memengaruhi keselamatan dan operasional penerbangan di wilayah sekitar Jakarta. Kondisi tersebut menyebabkan penutupan sementara operasional Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan.
| Baca juga: Dampak Kekeringan bagi Petani Indonesia |
“Kebijakan penutupan tersebut mulai diberlakukan sejak 6 September 2026 dan diperpanjang hingga 7 September 2026 pukul 08.59 WIB, berdasarkan perkembangan kondisi operasional dan keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Denny juga merinci, pada 7 September 2026, terdapat 4 penerbangan yang terdampak dengan total 635 penumpang, yakni Pelita Air – IP811 terdapat 177 penumpang, Citilink – QG331 sebanyak 175 penumpang, dengan 22 penumpang dijadwalkan ulang (reschedule) ke 8 September 2026, Batik Air – ID6723 sebanyak 149 penumpang serta penerbangan Garuda Indonesia – GA605 sebanyak 134 penumpang. “Untuk penanganan penumpang dilakukan oleh masing-masing badan usaha angkutan udara sesuai ketentuan yang berlaku dan kebijakan penanganan penumpang akibat pembatalan penerbangan,” jelasnya.
“Penumpang terdampak dapat memperoleh informasi mengenai perubahan jadwal penerbangan (reschedule/rebooking), pengembalian biaya tiket (refund), atau bentuk penanganan lainnya melalui kanal resmi maskapa,” sambungnyai.
Saat ini pihak Kantor UPBU Kelas I Haluoleo melakukan koordinasi dan pemantauan bersama pihak maskapai untuk memastikan pelayanan kepada penumpang terdampak tetap berjalan dengan baik.
Menyikapi banyaknya pertanyaan tentang kepastian kembali normalnya operasional penerbangan, pihak Bandara Haluoleo masih menunggu perkembangan kondisi keselamatan penerbangan dan informasi resmi dari otoritas penerbangan serta masing-masing maskapai. “Operasional akan menyesuaikan dengan kondisi bandar udara tujuan dan wilayah udara yang terdampak aktivitas vulkanik,” ujarnya.
Kepala Bandara Haluoleo juga menyampaikan imbauan kepada calon penumpang, agar tidak langsung menuju bandar udara sebelum memastikan status penerbangannya melalui kanal resmi maskapai. Penumpang juga diharapkan terus mengikuti informasi terbaru dari maskapai dan pihak bandar udara. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....