PDB Integrated Farming Berbasis Green Economy Desa Womua Monapa
- 03 Sep 2026 12:46 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Konawe — Upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa terus dikembangkan melalui inovasi pertanian berkelanjutan. Salah satunya melalui kegiatan “Implementasi Integrated Farming System Berbasis Green Economy pada Budidaya Kedelai untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa” yang dilaksanakan di Desa Womua Monapa, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Kegiatan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tersebut melibatkan masyarakat Desa Womua Monapa melalui Mitra PKK Desa Womua Monapa dan Kelompok Tani Mekarsari sebagai mitra utama dalam pelaksanaan program. Pendekatan yang diterapkan mengintegrasikan aspek budidaya kedelai, pemanfaatan sumber daya lokal, pengelolaan hasil pertanian, serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat dengan prinsip green economy.
Program PDB dilaksanakan oleh tim lintas disiplin yang diketuai oleh Dr. Dhian Herdhiansyah, MP dari Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Halu Oleo, bersama Dr. La Ode Alwi dari Program Studi Agribisnis Universitas Halu Oleo, LM Fid Aksara , M.Kom dari Program Studi Teknik Informatika Universitas Halu Oleo, Dr. Mahdar dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nahdatul Ulama Sulawesi Tenggara, dan Dr. Ir. Asriani dari Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari.
Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu menjadi pendekatan utama dalam program ini. Sistem tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di desa dengan menghubungkan berbagai aktivitas pertanian sehingga tercipta sistem produksi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Budidaya kedelai menjadi salah satu fokus utama karena komoditas tersebut memiliki potensi tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai bahan baku berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya kedelai, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana hasil pertanian dapat dikembangkan menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi desa.
“Pengembangan kedelai perlu dilihat sebagai sebuah sistem, bukan hanya kegiatan produksi di lahan. Ketika budidaya, pengolahan, pemanfaatan sumber daya lokal, dan pemasaran dapat diintegrasikan, maka peluang peningkatan nilai tambah bagi masyarakat akan semakin besar,” jelas Dhian Herdhiansyah, selaku Ketua Tim Pelaksana.
Keterlibatan PKK Desa Womua Monapa menjadi bagian penting dalam pengembangan aspek pengolahan dan pemanfaatan hasil pertanian. Sementara itu, Kelompok Tani Mekarsari berperan dalam pengembangan kegiatan budidaya dan penerapan teknologi pertanian di tingkat lapangan.
Kolaborasi kedua mitra tersebut diharapkan mampu membangun hubungan antara sektor produksi dan pengolahan pangan di tingkat masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, hasil budidaya kedelai tidak berhenti sebagai komoditas pertanian, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk pangan olahan yang memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
Program pemberdayaan ini juga menekankan pentingnya penerapan prinsip green economy dalam aktivitas pertanian dan pengolahan pangan. Pemanfaatan sumber daya lokal, efisiensi penggunaan input, pengurangan limbah, serta pemanfaatan kembali hasil samping pertanian menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem produksi yang lebih ramah lingkungan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya dari luar desa sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.
Dalam jangka panjang, sistem pertanian terpadu berbasis ekonomi hijau diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi pada desa lain yang memiliki karakteristik dan potensi komoditas yang serupa.
Keunggulan program ini juga terletak pada keterlibatan tim dari berbagai bidang keilmuan. Aspek teknologi pangan berperan dalam pengembangan dan pengolahan produk berbasis kedelai, sementara bidang agribisnis mendukung aspek usaha tani, nilai tambah, dan pengembangan ekonomi.
Selanjutnya, bidang teknik informatika diarahkan untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan sistem dan penyebaran informasi. Sementara itu, bidang ilmu komunikasi memperkuat aspek komunikasi, pemberdayaan, dan strategi penyampaian informasi kepada masyarakat.
Kolaborasi lintas disiplin tersebut diharapkan menghasilkan pendekatan pemberdayaan yang lebih komprehensif, mulai dari produksi – teknologi – pengolahan – kelembagaan – komunikasi – hingga pengembangan pasar. Pelaksanaan kegiatan ini memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Tahun Anggaran 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berbasis hasil penelitian, inovasi teknologi, dan potensi lokal.
Tim pelaksana menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada DPPM, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan yang diberikan. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Womua Monapa, PKK Desa Womua Monapa, dan Kelompok Tani Mekarsari atas partisipasi dan kolaborasinya dalam pelaksanaan program. Program Pemberdayaan Desa Binaan pada Implementasi Integrated Farming System berbasis Green Economy di Desa Womua Monapa diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian secara berkelanjutan.
Melalui integrasi antara budidaya, pengolahan, pemanfaatan sumber daya lokal, penguatan kelembagaan, dan pengembangan pasar, kedelai diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Lebih jauh, program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan kapasitas teknis masyarakat, tetapi juga membangun ekosistem usaha berbasis kedelai yang berkelanjutan, sehingga masyarakat Desa Womua Monapa dapat semakin mandiri dalam mengelola potensi sumber daya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....