Mutiara Pagi: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
- 05 Sep 2026 22:19 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Akhlak Rasulullah SAW menjadi teladan penting dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama. Hal ini dibahas dalam program Mutiara Pagi RRI Kendari, Sabtu 5 September 2026 bersama Kharis Sulaiman Hasri, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Program Studi PGMI sekaligus Dosen UIN Kendari.
Dalam perbincangan tersebut, Kharis menjelaskan bahwa terdapat banyak akhlak mulia Rasulullah SAW. Namun, pada kesempatan ini, pembahasan difokuskan pada lima akhlak, yaitu selalu ceria dan menyenangkan hati orang lain, memiliki akhlak yang mulia, berhati lembut dan tidak sombong, menjaga lisan, serta tidak kikir.
Kharis menjelaskan, keceriaan Rasulullah SAW bukan sekadar senyum, tetapi juga cara menghadirkan kenyamanan bagi orang lain. Menurutnya, sikap ramah dan menyenangkan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Kita belajar dari Rasulullah SAW untuk menjadi pribadi yang menyenangkan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi orang-orang di sekitar kita,” ujar Kharis.
Akhlak kedua yang dibahas adalah sahlul khuluq, yakni akhlak yang mulia dan agung. Kharis menekankan bahwa kemuliaan akhlak terlihat dari cara seseorang memperlakukan orang lain, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat maupun kesalahan.
Selanjutnya, lainul janib, yaitu hati yang lembut dan tidak sombong. Rasulullah SAW tidak menjadikan kedudukan sebagai alasan untuk menjauh dari masyarakat. Sikap rendah hati ini dinilai penting untuk diterapkan dalam keluarga, lingkungan pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya menjaga lisan. Kharis mengingatkan agar masyarakat tidak terbiasa mencela, menghina, atau merendahkan orang lain. Pesan tersebut dikaitkan dengan QS. Al-Humazah, yang mengingatkan tentang bahaya mencela dan mengumpat. “Lisan ini harus kita jaga. Jangan sampai perkataan kita justru menjadi sesuatu yang menyakiti orang lain,” jelasnya.
Akhlak terakhir yang dibahas adalah tidak kikir. Kharis menjelaskan bahwa kedermawanan Rasulullah SAW dapat diteladani melalui berbagai bentuk kebaikan, termasuk berbagi ilmu, waktu, tenaga, dan perhatian kepada sesama.
Perbincangan juga berlangsung interaktif melalui sambungan telepon dan pertanyaan pendengar yang masuk. Salah satu pendengar menanyakan bagaimana cara menerapkan akhlak Rasulullah SAW ketika menghadapi orang yang menyakiti hati. Pendengar lainnya bertanya tentang cara menjaga lisan agar tidak mudah mencela atau menyebarkan perkataan yang menyakitkan.
Melalui pembahasan tersebut, Mutiara Pagi mengajak pendengar untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai kebiasaan yang terus diamalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....