Kolaka Timur Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla dan Kekeringan

  • 02 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Koltim - Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan melalui koordinasi lintas sektor, penyerahan bantuan pompa air dan pemantauan langsung titik api di Kecamatan Lalolae, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Lalolae tersebut dipimpin Plt Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka dan dihadiri Ketua DPRD Kolaka Timur Jumhani, Sekda Rismanto Runda, Wakapolres Kolaka Timur Kompol Syariddin, perwakilan Dandim 1412 Kolaka, BPBD, Manggala Agni serta para kepala desa se-Kecamatan Lalolae dan Tinondo.

Rapat koordinasi dilakukan untuk menyelaraskan strategi pencegahan kebakaran dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, termasuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pemantauan titik panas atau hotspot.

Dalam rakor tersebut disepakati perlunya respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran agar titik api dapat segera ditangani sebelum meluas, terutama mengingat potensi kebakaran di sejumlah wilayah telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur juga menyerahkan bantuan unit pompa air atau alkon secara simbolis kepada perwakilan desa se-Kolaka Timur yang akan disiagakan untuk pemadaman awal sekaligus membantu mengatasi kekurangan air pada lahan pertanian.

Usai rakor, Bupati bersama unsur Forkopimda dan tim terkait meninjau langsung lokasi kebakaran di lahan gambut Kecamatan Lalolae untuk melihat kondisi wilayah yang rawan terbakar serta memastikan kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kebakaran.

Bupati Kolaka Timur meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi titik api di wilayah masing-masing.

“Kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, serta aktif melaporkan jika menemukan indikasi titik api di wilayah masing-masing,” pinta Yosep.

Ia berharap koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan hingga tingkat desa dapat terus diperkuat sehingga risiko karhutla dan dampak kekeringan di Kolaka Timur dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....