OJK Sultra Perluas Program Pengembangan Kakao ke Kolaka Utara

  • 02 Sep 2026 18:27 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • OJK Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan rapat koordinasi strategis dengan 43 perwakilan pemangku kepentingan untuk memperluas Program Pengembangan Ekonomi Daerah komoditas kakao ke Kabupaten Kolaka Utara.
  • Rapat dihadiri oleh berbagai institusi keuangan dan pemerintah termasuk Bank Indonesia Sultra, Bank Sultra, PNM, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan, dan offtaker PT Comextra Majora.
  • Program ini merupakan upaya koordinasi strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor kakao di Kolaka Utara.

RRI.CO.ID, Kendari - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara memperkuat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperluas Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) komoditas kakao ke Kabupaten Kolaka Utara, Senin (31/8/2026).

Rapat koordinasi strategis yang berlangsung di Learning Center Kantor OJK Sultra tersebut dihadiri 43 perwakilan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, OJK, Bank Indonesia Sultra, Bank Sultra, PNM, Pegadaian, BPJS Ketenagakerjaan hingga offtaker PT Comextra Majora.

Rapat dibuka Kepala OJK Sultra Bismi Maulana Nugraha yang menyampaikan bahwa perluasan program tersebut merupakan tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan untuk mendorong peran sektor jasa keuangan dalam pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Komoditas kakao merupakan komoditas prioritas nasional sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029. Setelah sebelumnya sukses mengimplementasikan PED komoditas kakao di Kabupaten Konawe Selatan, kini kami memperluas cakupannya ke Kabupaten Kolaka Utara yang memiliki potensi sangat besar,” ujar Bismi.

Berdasarkan data yang disampaikan OJK, Kolaka Utara memiliki produksi kakao sekitar 62.260 ton per tahun dengan luas areal perkebunan mencapai 78.969 hektare sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan ekosistem kakao dari sektor hulu hingga hilir.

Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar yang hadir langsung dalam rapat tersebut menyambut baik fasilitasi OJK Sultra dan menyatakan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan data pelaku usaha, penguatan kelembagaan serta integrasi program daerah dengan skema hilirisasi kakao.

“Pengembangan kakao harus melihat keseluruhan ekosistem dari hulu hingga pemasaran dan nilai tambah. Kita perlu mendorong perubahan orientasi dari mengejar sebanyak-banyaknya kilogram menjadi mengejar produktivitas sekaligus kualitas dan nilai setiap kilogram,” ujar Nur Rahman.

Melalui program tersebut, Kolaka Utara diarahkan tidak hanya menjadi pemasok biji kakao mentah, tetapi juga mampu memperkuat mutu, standardisasi proses dan identitas Kakao Kolaka Utara sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....