Internship Jepang Beri Mahasiswa UHO Pengalaman Kerja
- 29 Agt 2026 19:41 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Sebanyak 52 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) mendapat kesempatan mengikuti International Internship Program di Jepang selama satu tahun. Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) bagi mahasiswa.
Program kerja sama UHO dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kizuna tersebut secara khusus menyasar mahasiswa mulai semester tiga hingga semester enam. Sebelum diberangkatkan, peserta harus melalui sejumlah tahapan seleksi dan persiapan agar mampu mengikuti aktivitas kerja sekaligus beradaptasi dengan lingkungan Jepang.
Dekan Fakultas Teknik UHO, Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng., mengatakan program internship menjadi salah satu upaya memberikan pengalaman belajar di luar kampus yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan dunia industri.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti kegiatan di luar kurikulum perkuliahan.
“Program internship juga menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kurikulum. Kegiatan tersebut dapat dikonversi menjadi SKS dengan jumlah maksimal 40 SKS, yang disesuaikan dengan relevansi mata kuliah dan proses pembimbingan selama mahasiswa menjalani internship,” ujar Sudarsono, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dari 52 mahasiswa yang mengikuti program tersebut, mayoritas berasal dari Jurusan Teknik Mesin. Sebagian lainnya berasal dari Jurusan Teknik Sipil dan Teknik Elektro, menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan tempat mahasiswa menjalani internship.
Sudarsono menjelaskan, mahasiswa yang ingin mengikuti program harus memenuhi sejumlah persyaratan. Peserta wajib berada pada rentang minimal semester tiga hingga maksimal semester enam, dalam kondisi sehat secara jasmani dan mental, memiliki kemampuan bahasa Jepang serta mengikuti proses wawancara untuk mengetahui kesiapan dan motivasi mereka.
Proses perekrutan dan wawancara awal difasilitasi oleh pihak kampus, sementara seleksi akhir dilakukan oleh perusahaan di Jepang. Mahasiswa yang dinyatakan lolos kemudian mendapatkan persiapan sebelum menjalani internship sesuai dengan bidang yang dibutuhkan perusahaan.
“Proses perekrutan dan wawancara difasilitasi oleh kampus, sementara seleksi akhir dilakukan oleh perusahaan. Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa dipersiapkan untuk menjalani internship sesuai bidang yang dibutuhkan perusahaan. Jadi, sejak awal mereka harus memahami bahwa program ini bukan sekadar kesempatan pergi ke luar negeri, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan target yang harus dipenuhi selama berada di perusahaan,” terangnya.

Pimpinan LPK Kizuna Wawoii Indonesia, Idrus, S.Si., mengatakan program internship tersebut memang diperuntukkan bagi mahasiswa dan memiliki ketentuan berbeda dibandingkan program pelatihan atau pemagangan umum yang sebelumnya dapat diikuti masyarakat dengan latar belakang pendidikan yang lebih beragam.
Selama menjalani internship selama satu tahun di Jepang, mahasiswa juga memperoleh gaji dari perusahaan sesuai ketentuan upah minimum yang berlaku di wilayah penempatan masing-masing. Selain itu, biaya perjalanan pulang-pergi dari Jakarta ke Jepang ditanggung perusahaan sesuai ketentuan yang tercantum dalam kontrak internship.
Idrus menekankan, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis dan bahasa Jepang. Mereka juga perlu memahami budaya Jepang karena akan tinggal dan menjalani aktivitas kerja dalam waktu yang cukup panjang.
“Yang jelas bahasa Jepangnya harus lebih bagus, lebih mantap. Kemudian bukan juga hanya bahasa Jepang, tapi budaya Jepang juga harus diperhatikan. Mereka harus memahami bagaimana kehidupan dan kebiasaan masyarakat di sana, termasuk kedisiplinan dan aturan yang berlaku, karena selama satu tahun mereka akan berada dalam lingkungan kerja dan masyarakat Jepang,” kata Idrus.
Dengan persiapan tersebut, program internship diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih utuh kepada mahasiswa, baik dari sisi akademik, keterampilan kerja maupun kemampuan beradaptasi. Pengalaman selama satu tahun di Jepang juga menjadi modal tambahan bagi mahasiswa UHO untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....