Dua ribu 376 Hektare Lahan di Sultra Terbakar Selama Januari hingga Juli 2026
- 28 Agt 2026 13:44 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID Kendari - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi tenggara, mencatat lahan seluas 2.376 hektare terbakar selama periode Januari hingga Juli 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Sultra La Ode Saifuddin mengatakan akumulasi luasan area terbakar tersebut tercatat dari pantauan 224 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
"Puncak karhutla terjadi pada Juli 2026 dengan luas lahan terbakar mencapai 1.586,59 hektare atau 66,8 persen dari total luasan sejak awal tahun, yang dipicu kemunculan 105 titik panas didominasi wilayah Bombana," ujar Saifuddin di Kendari, Jumat 28 Agustus 2026.
Saifuddin merinci, Kabupaten Bombana mencatatkan area terbakar terluas mencapai 1.913,64 hektare, disusul Kabupaten Kolaka setinggi 224,74 hektare, Konawe Selatan 124,93 hektare, Muna Barat 84,15 ha hektare, Kolaka Timur 59,84 hektare, Konawe 53,09 hektare, Buton Selatan 27,65 hektare, Konawe Utara 26,04 hektare, Wakatobi 20,33 hektare, dan Buton Tengah 17,12 hektare.
"Guna meredam luasan yang meningkat pesat di Bombana, Pemprov Sultra memprioritaskan penyaluran armada mobil tangki suplai air serta mesin pompa (alkon) jinjing yang dapat digerakkan secara praktis oleh warga lokal untuk menjangkau titik api yang sulit diakses," jelasnya.
Selain dukungan Pemprov Sultra, Balai Wilayah Sungai (BWS) juga memfasilitasi 27 unit mesin alkon yang disebar ke beberapa wilayah, mencakup Kolaka Timur 10 unit, Muna Barat lima unit, Kolaka tiga unit, Konawe dua unit, Baubau dua unit, Konawe Selatan satu unit, serta empat unit disiagakan di Workshop Kendari.
Sementara Pemprov Sultra mendistribusikan 22 unit alkon tambahan untuk lima wilayah rawan, yakni Konawe Selatan dan Bombana masing-masing lima unit, Kota Kendari empat unit, serta Kolaka dan Kolaka Timur masing-masing dua unit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....