Pemkot Kendari Perkuat Iman, Takwa dan Integritas ASN

  • 28 Agt 2026 13:31 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mendorong penguatan karakter dan integritas aparatur sipil negara (ASN) melalui kegiatan Jumat Berakhlak sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan Jumat Berakhlak digelar di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, STP., SH., M.Si., Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta ASN lingkup Pemerintah Kota Kendari.

Dalam sambutan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., yang dibacakan Sekda Kota Kendari Amir Hasan, disampaikan bahwa Jumat Berakhlak merupakan ikhtiar bersama untuk memperkuat kehidupan spiritual dan moral ASN.

“Kita ingin membangun ASN yang tidak hanya memiliki kemampuan dan profesionalitas dalam bekerja, tetapi juga memiliki iman, ketakwaan, akhlak, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Amir Hasan saat membacakan sambutan Wali Kota.

Menurutnya, keberhasilan pemerintah tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat dan kualitas pelayanan yang diberikan.

Karena itu, kegiatan Jumat Berakhlak diharapkan menjadi momentum bagi ASN untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan tersebut, lanjutnya, tidak boleh berhenti di lingkungan tempat kegiatan berlangsung. Nilai tersebut harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas di kantor, ruang pelayanan, lingkungan masyarakat hingga kehidupan keluarga.

“ASN merupakan wajah pemerintah di hadapan masyarakat. Masyarakat mungkin tidak mengetahui seluruh aturan dan prosedur pemerintahan, tetapi mereka dapat merasakan bagaimana sikap dan perilaku ASN ketika memberikan pelayanan,” katanya.

Wali Kota juga mengajak seluruh ASN menjadikan akhlak sebagai bagian dari standar pelayanan. Hal sederhana seperti menyambut masyarakat dengan senyum, menjawab pertanyaan dengan sopan, memberikan penjelasan ketika masyarakat belum memahami prosedur, serta membantu memberikan solusi sesuai ketentuan dinilai menjadi bagian penting dari pelayanan publik.

Pesan tersebut secara khusus ditekankan kepada para lurah yang menjadi salah satu ujung tombak pelayanan pemerintah di tingkat kelurahan.

Dalam sambutannya, Wali Kota juga membagikan pengalaman saat masih menjabat sebagai lurah. Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan dan hubungan yang baik dengan masyarakat melalui sikap sederhana, ramah dan menghargai setiap warga.

Dalam sambutan itu, wali kota berharap seluruh ASN Kota Kendari dapat menjadi teladan, baik di tempat kerja maupun di tengah masyarakat.

“Mari kita mulai perubahan dari diri kita sendiri, dari unit tempat kerja kita, dari pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” pesan Wali Kota.

Kegiatan Jumat Berakhlak dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz Dr. H. Musadar Mappasomba, SP., MP. Dalam tausiyahnya, ia mengajak ASN untuk kembali merenungkan tujuan hidup serta memaknai pekerjaan dan jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Musadar Mappasomba menyampaikan ketenangan hidup dapat dibangun dengan memperbaiki niat dan melakukan ikhtiar secara sungguh-sungguh, kemudian menerima hasil yang terjadi sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.

“Perbaiki niat, usaha sungguh-sungguh, dan itu saya nilai sebagai ibadah. Hasilnya, Saya akan berikan yang terbaik menurut ilmu-Ku yang Maha Tahu, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa,” tutur Musadar.

Mantan Wawalikota juga mengingatkan inti dari ajaran agama tidak terlepas dari akhlak. Menurutnya, manusia pada dasarnya mendambakan tiga hal dalam kehidupan, yakni kebahagiaan, kemuliaan dan keselamatan.

Karena itu, seluruh potensi yang dimiliki, termasuk harta, ilmu, usia, pangkat dan jabatan, semestinya digunakan untuk memberikan manfaat kepada sesama.

Musadar menegaskan jabatan yang diemban ASN merupakan sarana untuk memperluas manfaat dan menjadi ladang amal.

“Rugi kita selama jadi lurah tidak bernilai ibadah. Rugi kita selama beraktivitas jadi pejabat sampai 60 tahun tidak ada ibadah kita, kalau kita tidak niatkan dengan benar bahwa di sinilah saya bisa bermanfaat,” ujarnya.

Musadar Mappasomba mengingatkan ASN agar tidak menjadikan gaji, tunjangan maupun fasilitas sebagai tujuan utama dalam bekerja. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari sistem pekerjaan, sementara tujuan utama seorang ASN adalah menjalankan amanah dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Khairunnās anfa’uhum linnās, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya terhadap sesamanya manusia,” katanya.

Melalui kegiatan Jumat Berakhlak, Pemerintah Kota Kendari berharap nilai-nilai keimanan, ketakwaan dan akhlak dapat semakin melekat dalam diri ASN sehingga tercermin dalam sikap, perilaku dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....