Karhutla Capai 2.376 Hektare BPBD Sultra Tingkatkan Upaya Penanganan
- 28 Agt 2026 15:23 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tenggara mencapai 2.376,94 hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026. Luasan tersebut tercatat dari 224 titik panas atau hotspot yang terdeteksi di sejumlah wilayah.
Kondisi karhutla menunjukkan peningkatan signifikan memasuki pertengahan tahun, terutama pada Juli 2026 yang menjadi periode dengan luasan lahan terbakar paling tinggi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin, mengatakan pada Juli saja luas lahan yang terbakar mencapai 1.586,59 hektare atau sekitar 66,8 persen dari total luasan karhutla selama Januari hingga Juli.
“Juli menjadi perhatian karena dalam satu bulan saja luasan yang terbakar mencapai lebih dari separuh total kejadian sejak Januari. Ini menunjukkan potensi karhutla perlu diantisipasi lebih serius, terutama karena kita mulai memasuki periode kemarau dengan kondisi lahan yang semakin kering,” kata Saifuddin, Jumat (28/8/2026).
Sebaran titik panas tersebut didominasi wilayah Kabupaten Bombana yang sekaligus mencatat luasan lahan terbakar terbesar.
Berdasarkan data BPBD Sultra, selain Bombana, kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah kabupaten lainnya. Kolaka mencatat luasan lahan terbakar mencapai 224,74 hektare, disusul Konawe Selatan 124,93 hektare dan Muna Barat 84,15 hektare.
Selanjutnya, Kolaka Timur mencatat 59,84 hektare, Konawe 53,09 hektare, Buton Selatan 27,65 hektare, Konawe Utara 26,04 hektare, Wakatobi 20,33 hektare dan Buton Tengah 17,12 hektare.
Tingginya luasan karhutla membuat pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Dalam upaya penaganagnnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga menyiagakan mobil tangki air di sejumlah wilayah rawan karhutla. Sarana tersebut disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air ketika proses pemadaman berlangsung.
Selain dukungan pemerintah daerah, penanganan karhutla juga diperkuat melalui dukungan peralatan dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari.
Sebanyak 27 unit alkon disiapkan untuk mengambil air dari sumber yang tersedia dan mendukung proses pemadaman. Peralatan tersebut ditempatkan di sejumlah daerah sesuai tingkat kebutuhan dan kerawanan masing-masing wilayah.
Alkon tersebut terdiri atas lima unit untuk Muna Barat, dua unit Baubau, tiga unit Kolaka, 10 unit Kolaka Timur, dua unit Konawe dan satu unit Konawe Selatan. Sementara empat unit lainnya ditempatkan di Workshop Kendari.
Pemprov Sultra juga menyiapkan tambahan 22 unit alkon yang akan didistribusikan ke sejumlah daerah rawan. Peralatan tersebut dialokasikan untuk Kolaka Timur, Kolaka, Konawe Selatan, Bombana dan Kendari.
Dengan meningkatnya luasan lahan terbakar, kesiapsiagaan menjadi semakin penting menjelang puncak musim kemarau.
Penguatan peralatan pemadaman, pemantauan titik panas dan keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menekan risiko karhutla agar tidak semakin meluas di Sulawesi Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....