Tim SAR Gabungan Hentikan Sementara Pencarian Warga Hilang di Hutan USN
- 27 Agt 2026 19:35 WIB
- Kendari
Poin Utama
- Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian La Mai (62 tahun) yang hilang di kawasan hutan sekitar kampus Universitas Sembilanbelas November, Kabupaten Buton Tengah.
- La Mai meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026 untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan dan terakhir terlihat di Padabalano.
- Operasi pencarian dihentikan sementara pada Kamis (27/8/2026), kemungkinan akan dilanjutkan setelah evaluasi situasi lapangan dan kondisi cuaca.
RRI.CO.ID, Buton Tengah - Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian terhadap La Mai, warga Desa Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, yang diduga hilang di kawasan hutan sekitar kampus Universitas Sembilanbelas November (USN), Kamis (27/8/2026).
La Mai yang berusia 62 tahun diketahui meninggalkan rumah pada 25 Agustus 2026 untuk mencari istrinya yang sedang menghadiri acara pingitan dan terakhir terlihat oleh warga di Padabalano, sekitar kawasan hutan dekat kampus USN.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga mengalami pikun sehingga pencarian dilakukan oleh Babinsa, aparat desa, masyarakat sekitar, dan keluarga, namun hingga laporan diterima belum membuahkan hasil.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Muna tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 16.30 WITA dan langsung berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat terakhir korban terlihat.
Penyisiran dilakukan hingga pukul 17.00 WITA, namun korban belum ditemukan sehingga operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Jumat (28/8/2026) pukul 07.00 WITA.
Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat meliputi SMC dan staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polsek Mawasangka, aparat desa, Babinsa, masyarakat sekitar, serta keluarga korban.
Tim SAR menggunakan sejumlah peralatan, antara lain rescue car, sepeda motor trail, peralatan medis dan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.
Kondisi cuaca saat pencarian berlangsung berawan dengan kecepatan angin sekitar 12 kilometer per jam dari arah barat daya berdasarkan informasi BMKG.
Plh. Kepala KPP Kendari, Iwan Gunawan, mengatakan operasi pencarian akan kembali dilanjutkan untuk menemukan korban dan memastikan keselamatannya.
"Penyisiran dihentikan sementara dengan hasil nihil dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pada pukul 07.00 WITA," ujar Plh. Kepala KPP Kendari Iwan Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....