BPBD Kendari Siapkan Tandon Air Hadapi Musim Kemarau

  • 27 Agt 2026 05:40 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi kekurangan air bersih selama musim kemarau yang berlangsung di wilayah tersebut.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni menyediakan titik penampungan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila sumber air di lingkungan tempat tinggal mulai mengalami penurunan akibat kondisi cuaca kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan penampungan air diperlukan agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan secara lebih efektif kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, BPBD tidak memungkinkan mendistribusikan air secara langsung dari rumah ke rumah. Karena itu, air nantinya akan ditempatkan pada titik tertentu yang mudah dijangkau warga dalam satu kawasan.

“Kita tidak bisa menyuplai dari rumah ke rumah. Jadi perlu ada penampungan di suatu titik atau kompleks sehingga masyarakat bisa mengambil air dari sana. Dengan begitu, ketika ada kebutuhan air bersih di suatu wilayah, penyalurannya bisa dilakukan lebih terarah dan masyarakat dapat mengambil sesuai kebutuhannya,” ujar Cornelius Padang, Rabu 26 Agustus 2026.

Selain menyiapkan tandon atau tempat penampungan, BPBD Kendari juga mengkaji penggunaan penampungan darurat yang dapat dibuat secara cepat menggunakan terpal. Langkah tersebut menjadi alternatif apabila kebutuhan air meningkat dan penanganan harus dilakukan dalam waktu singkat.

BPBD juga memiliki sumber air dari sumur pompa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat. Ketersediaan sumber air tersebut menjadi salah satu bagian dari kesiapan pemerintah menghadapi kemungkinan dampak kemarau yang lebih panjang.

Cornelius menjelaskan, penentuan lokasi penampungan nantinya akan disesuaikan dengan hasil pendataan wilayah yang mengalami atau berpotensi mengalami kesulitan air. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi sumber air sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Beberapa wilayah Kota Kendari sebelumnya telah masuk dalam pemetaan daerah yang perlu mendapat perhatian terkait ancaman kekeringan. Di antaranya Kelurahan Tondonggeu dan Anggalomelai di Kecamatan Abeli, kawasan Tahura Nipa-Nipa, serta Kelurahan Sanua dan Sodoha di Kecamatan Kendari Barat.

Meski belum menerima laporan resmi mengenai warga yang mengalami krisis air bersih, BPBD tetap melakukan langkah antisipasi sejak dini. Pendataan lapangan dilakukan untuk mengetahui wilayah mana yang memiliki potensi lebih besar mengalami penurunan ketersediaan air.

Jika kondisi kemarau semakin parah, BPBD juga akan memperkuat koordinasi dengan instansi lain. Dukungan dapat melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran maupun Balai Wilayah Sungai untuk membantu ketersediaan sarana dan distribusi air ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Langkah penyediaan penampungan air tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Pemerintah Kota Kendari menghadapi bencana hidrometeorologi kering. Status siaga darurat yang berlaku selama periode kemarau juga mendorong seluruh perangkat terkait meningkatkan kesiapan menghadapi kemungkinan kekeringan dan kebakaran.

Cornelius mengimbau masyarakat turut menghemat penggunaan air selama musim kemarau. Air yang tersedia di lingkungan masyarakat diharapkan digunakan secara efektif dan diprioritaskan untuk kebutuhan penting seperti minum, memasak dan kebutuhan rumah tangga.

Selain mengantisipasi kekurangan air, BPBD juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Kondisi lingkungan yang kering dapat membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar sehingga aktivitas yang berpotensi memicu api perlu dihindari.

Dengan menyiapkan titik penampungan, sumber air cadangan serta koordinasi lintas instansi, BPBD Kendari berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi apabila dampak kemarau semakin meluas. Kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kekurangan air bersih sekaligus memastikan pemerintah dapat bergerak cepat ketika warga membutuhkan bantuan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....