BPBD Kendari Siapkan Enam Tandon Air Bersih Hadapi Kemarau
- 16 Sep 2026 12:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyiapkan enam tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kesulitan air bersih yang dialami masyarakat selama musim kemarau.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari, Cornelius Padang, mengatakan tandon tersebut akan ditempatkan pada sejumlah titik sebagai tempat penampungan air bersih. Warga nantinya dapat mengambil air pada lokasi yang telah disiapkan ketika ketersediaan air di lingkungan tempat tinggal mulai menurun.
“Enam tandon air ini untuk nanti kami siapkan, nanti tinggal warga yang datang mengambil di situ,” kata Cornelius Padang.
Dari enam titik yang disiapkan, BPBD Kota Kendari telah menyalurkan bantuan air bersih ke dua kelurahan yang mulai terdampak kekeringan, yakni Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, dan Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari.
Kedua wilayah tersebut menjadi prioritas setelah hasil pemantauan menunjukkan masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Sementara itu, BPBD belum menerima laporan serupa dari wilayah lainnya karena kebutuhan air masyarakat masih dinilai relatif aman.
“Untuk sementara dua kelurahan itu yang sudah terdampak kekeringan sehingga kami siapkan penampungan air bersih dan kami salurkan, kalau wilayah lain belum ada laporan karena kebutuhan air masih aman,” ujarnya.
Tandon air juga akan diprioritaskan untuk kawasan permukiman yang berada di wilayah perbukitan dan pesisir. Sebagian masyarakat di kawasan tersebut masih mengandalkan sumur bor sebagai sumber air bersih sehingga pasokan dapat berkurang apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian dalam upaya antisipasi tersebut antara lain kawasan pegunungan di Kecamatan Kendari, Kendari Barat, Gunung Jati, Sodoha, dan Sanua. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan ketersediaan air bersih di wilayah-wilayah tersebut.
Apabila wilayah yang mengalami kekurangan air bersih bertambah luas, BPBD Kota Kendari akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk memperkuat distribusi air kepada masyarakat.
Saat ini penyaluran air bersih dilakukan menggunakan mobil pikap dan mobil tangki BPBD Kota Kendari. Pemerintah Kota Kendari juga telah meminta dukungan BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara berupa tambahan mobil tangki apabila kebutuhan distribusi air bersih meningkat.
“Kami juga sudah meminta bantuan ke BPBD provinsi untuk menyiapkan mobil tangki kalau sewaktu-waktu kami butuhkan untuk menyalurkan air bersih,” kata Cornelius.
Langkah tersebut dilakukan seiring dengan kondisi musim kemarau 2026 yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Periode September menjadi salah satu fase yang perlu diwaspadai karena curah hujan di sebagian wilayah masih berada pada kategori rendah hingga menengah.
Kondisi tersebut membuat penyediaan titik penampungan dan kesiapan armada distribusi menjadi bagian penting dalam mengantisipasi penurunan ketersediaan air. Pemerintah Kota Kendari terus melakukan pemantauan agar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....